Penghargaan Jadi Pemacu RRI Pontianak Tingkatkan Kinerja
- 12 Agt 2026 13:11 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Penghargaan pengelolaan aset dan keuangan menjadi pemacu RRI Pontianak memperbaiki kinerja serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kepala Stasiun RRI Pontianak, Budi Suwarno mengatakan, penghargaan tersebut menjadi tolok ukur bahwa pengelolaan aset dan keuangan telah berjalan sesuai ketentuan.
“Penghargaan ini menjadi tolok ukur bahwa upaya pengelolaan yang dilakukan sudah sesuai ketentuan, namun tetap menjadi bahan evaluasi untuk ke depan agar pengelolaan aset dan keuangan bisa lebih baik,” ujar Budi usai menerima Piagam Penghargaan peringkat pertama Kategori UAPPA-W Kecil di Aula Kanwil DJPB Provinsi Kalbar, Rabu, 12 Agustus 2026.
Budi menyebut, RRI Pontianak akan mengevaluasi sejumlah kekurangan untuk meningkatkan capaian dari peringkat kedua menjadi peringkat pertama pada penilaian berikutnya. Menurutnya, evaluasi dan perbaikan akan dilakukan pada akhir semester maupun akhir tahun, sehingga hasilnya dapat terlihat pada awal tahun mendatang.
“Kami akan melihat kekurangan yang ada, kemudian melakukan perbaikan. Targetnya tentu meningkatkan posisi dari peringkat kedua menjadi peringkat pertama,” katanya.
Budi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai, khususnya jajaran BMN dan keuangan, yang telah bekerja menjaga capaian tersebut, sekaligus mengingatkan pentingnya mempertahankan prestasi karena dinilai lebih sulit dibandingkan meraihnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat Rahmat Mulyono mengatakan, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi Kementerian Keuangan kepada mitra kerja yang berkinerja baik.
Ia menjelaskan, penilaian mencakup pemenuhan kriteria pelaksanaan anggaran serta penyusunan laporan keuangan secara administratif, termasuk perhatian terhadap pengelolaan Barang Milik Negara atau BMN.
“Apresiasi ini diharapkan meningkatkan koordinasi, kesadaran, dan perhatian satuan kerja terhadap pengelolaan BMN, sehingga aset dapat digunakan secara optimal untuk mendukung tugas dan fungsi pemerintah serta pelayanan publik,” kata Rahmat.
Rahmat menambahkan, tantangan yang masih dihadapi satuan kerja meliputi inventarisasi, pemeliharaan, serta identifikasi aset yang belum terdata secara optimal, sehingga diperlukan koordinasi berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....