Penjual Jamu Keliling Andalkan Air Galon saat Kemarau
- 12 Agt 2026 13:10 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Musim kemarau mulai berdampak pada aktivitas penjual jamu keliling di Kota Pontianak. Persediaan air hujan yang sebelumnya dimanfaatkan untuk membuat jamu mulai menipis, sehingga pedagang harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan produksi.
Eti, penjual jamu keliling, mengatakan kebutuhan air bersih kini menjadi tambahan biaya dalam menjalankan usahanya. Kondisi tersebut berbeda dengan sebelum kemarau ketika air hujan masih cukup tersedia.
"Berdampak juga, air harus beli yang biasanya pakai air hujan. Persediaan air hujan juga sudah mulai habis, jadi tiap hari beli galon buat bikin jamu," ujar Eti, Rabu, 12 Agustus 2026.
Dalam sehari, Eti membutuhkan sekitar dua galon untuk membuat jamu. Kebutuhan air bertambah karena ia juga membuat bakso yang membutuhkan sekitar empat hingga lima galon air setiap hari.
Eti mengatakan, pembelian air galon kini harus disesuaikan dengan pendapatan dari penjualan jamu dan bakso. Pengeluaran untuk air menjadi bagian dari biaya produksi yang harus diperhitungkan setiap hari.
Selain kebutuhan air untuk produksi, Eti juga mengaku pasokan air galon untuk kebutuhan rumah tangga mulai dibatasi. Jika sebelumnya dapat membeli lebih dari dua galon dalam sehari, kini pengiriman ke rumah dibatasi sekitar dua galon per orang.
"Pandai-pandai bagi penghasilan dan modal buat jamu," katanya.
Eti berharap ketersediaan air bersih tetap terjaga selama musim kemarau. Bagi pedagang kecil seperti dirinya, kenaikan kebutuhan air secara langsung menambah beban biaya operasional usaha.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....