Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Melambat jadi 5,61 Persen, Tetap Tergolong Tinggi

  • 07 Agt 2026 19:22 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Pertumbuhan Ekonomi Kalbar
  • Triwulan I dan II
  • Pertumbuhan ekonomi Kalbar melambat

RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat pada triwulan II 2026 secara tahunan (yoy) sebesar 5,61 persen. Meski lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan I 2026 yang mencapai 6,14 persen, angka tersebut dinilai masih menunjukkan kinerja ekonomi yang positif.

Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat, Muh Saichudin, menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti ekonomi mengalami penurunan, melainkan pertumbuhannya melambat karena dipengaruhi oleh perbedaan basis perbandingan pada masing-masing periode.

"Kalau pertumbuhan ekonomi yang 5,61 persen ini tetap positif. Memang dibandingkan triwulan I, pertumbuhannya lebih rendah, sehingga istilah yang tepat adalah melambat, bukan turun," ujar Muh Saichudin, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Saichudin menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dihitung dengan membandingkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan II 2026 terhadap triwulan II 2025. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan terlihat lebih tinggi karena dibandingkan dengan basis pada triwulan I 2025 yang relatif lebih rendah.

Menurutnya, pada awal 2026 mulai muncul berbagai program pemerintah yang belum berjalan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut membuat lonjakan pertumbuhan pada triwulan I lebih besar dibandingkan triwulan II.

"Kalau dari sedikit menjadi banyak tentu kenaikannya sangat tinggi. Tetapi kalau dari banyak menjadi lebih banyak lagi, kenaikannya tidak sebesar sebelumnya. Karena itu kita menyebutnya pertumbuhan ekonomi melambat," ujarnya.

Saichudin mengungkapkan, salah satu sektor yang menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Kalbar adalah pengadaan listrik dan gas. Produksi listrik untuk rumah tangga tercatat tumbuh sekitar 20 persen, salah satunya dipicu meningkatnya penggunaan kendaraan listrik yang membutuhkan kapasitas daya listrik lebih besar di rumah.

Selain itu, sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara pada sektor pertambangan dan penggalian, komoditas bauksit masih menjadi penyumbang terbesar bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

Dari sisi pengeluaran, peningkatan konsumsi pemerintah turut menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Konsumsi pemerintah meningkat karena berbagai program pemerintah mulai berjalan pada 2026. Selain itu, penyaluran dana bantuan sosial juga cukup besar sehingga ikut mendorong pertumbuhan. Kalau kita lihat, pertumbuhannya bahkan mencapai sekitar 37 persen," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....