Satgas Udara Konsentrasi Pemadaman Karhutla di Tiga Kabupaten di Kalbar
- 01 Agt 2026 13:44 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus dilakukan dengan melibatkan satgas udara untuk mengkonsentrasikan pemadaman di tiga kabupaten yaitu, Ketapang, Kubu Raya dan Mempawah.
Karhutla di Kalbar setiap harinya terus meluas yang berdampak semakin besarnya luas lahan yang terbakar. Kondisi menjadi perhatian serius bagi BPBD Kalbar untuk meminimalisir bencana kabut asap.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel mengatakan, kondisi ini menjadi perhatian serius bagi BPBD Kalbar bersama satgas udara lebih mengkonsentrasikan pemadaman di tiga kabupaten, diantaranya Ketapang, Kubu Raya dan Mempawah.
"Saat ini konsentrasi kami bersama satgas udara melakukan pemadaman di tiga kabupaten, karena selain memiliki jumlah titik panas (hotspot) terbanyak, di tiga daerah ini juga memiliki lahan terluas yang terbakar akibat karhutla, yaitu, Kabupaten Ketapang lahan yang terbakar seluas 8.095,5 hektare, kemudian Kubu Raya 7.913,05 hektare dan Mempawah 6.139,53 hektare dari 28.680,47 hektare lahan yang terbakar di Kalbar, sejak Januar hingga Juni 2026," kata Daniel di ruang Command Center Pusdalops BPBD Kalbar, Sabtu, 1 Agustus 2026 siang.
Daniel menuturkan, untuk hari Sabtu, 1 Agustus 2026, BPBD Kalbar melalui satgas udara mengerahkan helikopter jenis PK FBI untuk melakukan patroli udara di Kabupaten Mempawah, Bengkayang, Sambas, Landak dan Kota Singkawang. Jika dalam patroli udara ini ditemukan hotspot yang sulit dipadamkan oleh satgas darat, maka satgas udara akan mengerahkan helikopter water bombing untuk melakukan pemadaman.
"Konsentrasi penanganan karhutla di tiga kabupaten ini sebagai upaya meminimalisir dampak kabut asap yang bisa mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Supadio maupun aktivitas di pelabuhan Kijing dan gangguan kesehatan. Mengingat, saat ini jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) bagi kalangan pelajar sudah mulai bertambah," ucap Daniel.
Daniel menjelaskan, berdasarkan update data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio, tanggal 31 Juli 2026 pukul 23.00 WIB, jumlah hotspot di Kalbar sebanyak 466 titik yang tersebar di 13 kabupaten. Dari data ini, ada tiga daerah yang memiliki jumlah hotspot terbanyak, yaitu, Ketapang 196 titik, Landak 68 titik dan Sanggau 65 titik.
"Dalam mendeteksi sebaran hotspot di suatu wilayah, langkah yang lebih efektif jika dilakukan melalui udara jika dibandingkan melalui darat, karena akan kelihatan dengan jelas. Selama penanganan karhutla, BPBD Kalbar sudah mengerahkan seluruh sargas udara dan darat," ucap Daniel, menjelaskan.
Saat ini, operasi penanggulangan terus dikerahkan secara agresif dari darat dan udara. BPBD bersama Tim Terpadu yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, serta relawan telah bergerak serentak melakukan pencegahan dan pemadaman di darat. Di waktu yang sama, armada helikopter pengebom air (water bombing), seperti tipe Sikorsky dan Super Puma, digerakkan secara masif untuk menjatuhkan air ke titik-titik krisis, bersamaan dengan helikopter dan pesawat yang memantau melalui patroli udara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....