Pekarangan Produktif Warga Pontianak Utara Tumbuhkan Pangan Berkelanjutan

  • 31 Jul 2026 09:00 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Pagi mulai menghangat di Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara. Di balik deretan rumah warga, sebuah pekarangan sederhana tumbuh menjadi ruang produktif yang mengubah limbah organik menjadi sumber pangan bergizi sekaligus bernilai ekonomi bagi keluarga.

Pekarangan itu menjadi bagian dari Program Kreasi Sungai Putat yang mengembangkan sistem pertanian terpadu. Melalui perpaduan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), puyuh, ayam kampung, lobster air tawar, dan aquaponik, warga membangun model ketahanan pangan yang memanfaatkan setiap sumber daya secara berkelanjutan.

Dalam sistem tersebut, limbah organik rumah tangga tidak lagi menjadi sampah. Bahan-bahan itu diolah menjadi pakan maggot, kemudian dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk ayam, puyuh, lobster, maupun ikan. Sementara sisa hasil budidayanya diolah kembali menjadi kompos dan pupuk organik yang menyuburkan tanaman di pekarangan.

Ketua Kreasi Sungai Putat, Syamhudi, mengatakan gerakan tersebut lahir dari semangat membangun kemandirian pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui langkah sederhana yang dapat diterapkan setiap keluarga. "Mari bersama mewujudkan pekarangan produktif, keluarga sejahtera, masyarakat sehat, lingkungan lestari," ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.

Model pertanian terpadu yang diterapkan bertumpu pada lima pilar utama. Budidaya maggot menjadi solusi pengolahan limbah organik sekaligus menghasilkan kasgot sebagai pupuk. Budidaya puyuh dipilih karena mampu menghasilkan telur dalam waktu relatif singkat dengan kebutuhan lahan yang terbatas, sedangkan ayam kampung memanfaatkan pakan berbasis maggot sebagai sumber protein yang lebih efisien.

Di sisi lain, budidaya lobster air tawar memberikan peluang peningkatan pendapatan keluarga karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sistem aquaponik kemudian melengkapi keseluruhan konsep dengan memanfaatkan sirkulasi air untuk membudidayakan tanaman tanpa tanah, sehingga penggunaan air menjadi lebih hemat dan produktif.

Keseluruhan proses membentuk sebuah ekosistem yang saling terhubung. Tidak ada limbah yang terbuang sia-sia karena setiap hasil menjadi sumber daya bagi proses berikutnya. Dari sebuah pekarangan sederhana di Pontianak Utara, Kreasi Sungai Putat menunjukkan bahwa ketahanan pangan, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesejahteraan keluarga dapat tumbuh bersamaan, dimulai dari langkah kecil di halaman rumah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....