BPBD Kalbar Catat Luas Lahan Terbakar hingga Juni 2026 Capai 28 Ribu Hektare
- 30 Jul 2026 15:15 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatat data dari Sipongi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia jumlah lahan yang terbakar di wilayah Kalbar dari Januari hingga Juni 2026 seluas 28.680,47 hektare.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel mengatakan, Luas lahan yang terbakar ini tersebar di 14 kabupaten/kota di Kalbar. Dari data ini, terdapat 3 kabupaten yang memiliki luas lahan terbakar kategori tinggi, yaitu, Ketapang dengan lahan terbakar seluas 8.095,5 hektare, kemudian Kubu Raya 7.913,05 hektare dan Mempawah 6.139,53 hektare.
"Sementara itu, ada tiga daerah yang masuk ke dalam luas lahan terbakar kategori sedang yaitu, Kabupaten Sambas 2.228,20 hektare, Bengkayang 1.433,69 hektare dan Kayong Utara 1.105,20 hektare. Sedangkan untuk 8 kabupaten/kota lainnya luas lahan yang terbakar masuk ke dalam kategori ringan," ujar Daniel kepada RRI di ruang Command Center Pusdalops BPBD Kalbar, Kamis, 30 Juli 2026 siang.
Daniel menuturkan, untuk meminimalisir semakin luasnya lahan yang terbakar, BPBD Kalbar bersama satgas terpadu terus mengerahkan personil dan armada pemadam, seperti helikopter water boombing, helikopter patroli, mobil pemadaman yang dibantu mobil pemadam kebakaran dan peralatan pemadam pendukung lainnya.
"Sampai hari ini BPBD Kalbar bersama satgas darat dan udara terus melakukan patroli dan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla. Selain itu, BPBD di 14 kabupaten/kota juga melakukan hal yang sama guna mengantisipasi semakin besarnya luas lahan yang terbakar dan meminimalisir bencana kabut asap," ujar Daniel.
Daniel menjelaskan, penanganan karhutla di Kalbar terus dilakukan dengan mengoptimalkan peran masyarakat di daerah yang terdampak dan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio untuk memantau perkembangan titik panas (hotspot) di 14 kabupan/kota.
"Berdasarkan data BMKG Supadio pertanggal 29 Juli 2026 pukul 23.00 WIB, jumlah hotspot di Kalbar sebanyak 259 titik yang tersebar di 10 kabupaten. Dari jumlah ini terdapat 3 kabupaten yang memiliki hotspot terbanyak yaitu di Kabupaten Ketapang 79 titik, kemudian Sanggau 73 titik dan Kayong Utara 54 titik," ujar Daniel, menjelaskan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....