PT GAN BUMATerra Latih Reforestasi SMART Patrol LPHD Lanskap Delta Kapuas

  • 30 Jul 2026 13:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya – Dalam upaya mendorong tata kelola hutan desa yang berkelanjutan di kawasan Delta Kapuas, PT Graha Agro Nusantara (GAN) berkolaborasi dengan BUMATerra (Bumantara Amerta Sakti) sukses menyelenggarakan Pelatihan Reforestasi dan SMART Patrol pada 15–21 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Muara Baru, Permata Jaya, dan Kalibandung, Kabupaten Kubu Raya ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga kawasan hutan desa, sekaligus mendukung pelestarian ekosistem gambut dan komitmen recovery di Lanskap Delta Kapuas.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), BPD Kubu Raya, serta tokoh masyarakat setempat dari Desa Muara Baru, Desa Permata Jaya, dan Desa Kalibandung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Digitalisasi Pengawasan Kawasan Melalui SMART Patrol

Salah satu fokus utama pelatihan ini adalah pengenalan dan penerapan aplikasi pemantauan digital SMART Patrol. Melalui teknologi ini, tim patroli desa dibekali kemampuan mengoperasikan navigasi berbasis smartphone, mencatat titik koordinat (waypoint), mengunggah foto berlabel geografis (geo-tagging), serta melaporkan temuan kondisi lapangan secara akurat dan terintegrasi.

Teknologi SMART Patrol memberikan kemampuan bagi masyarakat lokal untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga wilayahnya secara mandiri. Dengan data terverifikasi dan koordinat presisi, pelaporan serta tindak lanjut atas potensi gangguan kawasan hutan dapat dilakukan lebih cepat dan transparan.

Menurut Devis R selaku Project Lead BUMATerra, pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan hutan berbasis masyarakat.

"Teknologi SMART Patrol memberikan kemampuan bagi masyarakat lokal untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga wilayahnya secara mandiri. Dengan data yang terverifikasi dan koordinat yang presisi, pelaporan serta tindak lanjut terhadap potensi gangguan kawasan hutan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan transparan," ujarnya.

Aksi Pemulihan Hutan Gambut Berbasis Masyarakat

Selain pengawasan kawasan, peserta juga dibekali modul reforestasi (pemulihan hutan). Pelatihan mencakup teknik identifikasi lahan kritis, pengelolaan persemaian dan pembibitan pohon lokal gambut, hingga praktik penanaman dan pemeliharaan bibit tanaman.

Hutan Desa adalah benteng ekologi sekaligus sumber kehidupan masyarakat kami. Melalui pelatihan reforestasi dan pemantauan digital ini, LPHD merasa jauh lebih siap mengelola dan memulihkan kawasan hutan agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Juhardiansyah, perwakilan PT Graha Agro Nusantara (GAN), menyampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan hutan desa sangat bergantung pada kapasitas masyarakat sebagai pengelola utama di tingkat tapak. "Hutan Desa merupakan benteng ekologi sekaligus sumber kehidupan masyarakat. Melalui pelatihan reforestasi dan pemantauan digital ini, kami berharap LPHD semakin siap mengelola, menjaga, dan memulihkan kawasan hutan agar tetap lestari bagi generasi mendatang," ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan memperoleh antusiasme yang tinggi dari masyarakat di ketiga desa. Di Desa Muara Baru, pelatihan diikuti oleh 14 peserta reforestasi dan 10 peserta SMART Patrol serta dihadiri Ketua LPHD Suparno, Kasi Kesejahteraan Mohamat Sipon, Kasi Pemerintahan Kasmiah, unsur RT/RW, dan BPD.

Di Desa Permata Jaya, sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan reforestasi dan 11 peserta mengikuti SMART Patrol dengan melibatkan anggota KUPS Rampak Naong, KUPS Piruh Ompos, KUPS Agro, KUPS Jagung, dan KUPS Kopi. Sementara itu, di Desa Kalibandung, pelatihan diikuti oleh masing-masing 11 peserta untuk kegiatan reforestasi dan SMART Patrol yang dipimpin oleh Ketua LPHD Janguardi, Sekretaris Hayati, serta pengurus KUPS Selasih dan KUPS Selasih Mangat.

Seluruh pihak berkomitmen untuk melaksanakan patroli rutin berbasis aplikasi SMART Patrol, melakukan pemantauan berkala terhadap keberhasilan kegiatan reforestasi, serta memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan dan pengawasan Hutan Desa secara mandiri.

Komitmen tersebut diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga kawasan hutan. Melalui kolaborasi antara PT Graha Agro Nusantara (GAN), BUMATerra, LPHD, KUPS, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pengelolaan Hutan Desa yang partisipatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi digital yang dipadukan dengan kegiatan reforestasi berbasis masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan sekaligus menjaga fungsi ekologis ekosistem gambut di Lanskap Delta Kapuas untuk jangka panjang.

Baca juga: PT GAN Dukung Perlindungan Hutan Desa Muara Baru

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....