Wali Kota Singkawang: SDM Kesehatan Berkualitas Jadi Kunci Wujudkan Asta Cita

  • 30 Jul 2026 08:28 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Singkawang – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang kompeten, profesional, dan berintegritas menjadi kunci utama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus mendukung terwujudnya visi pembangunan nasional melalui Asta Cita.

Penegasan itu disampaikan saat menjadi narasumber kuliah umum Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pontianak di Kampus C Singkawang, Senin, 27 Juli 2026. Kuliah umum tersebut mengangkat tema Arah Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Pengembangan Tenaga Kesehatan dan Keperawatan Menuju Asta Cita.

“SDM kesehatan yang kompeten dan berintegritas menciptakan layanan yang aman, bermutu, berorientasi pada pasien, dan berkelanjutan sehingga berdampak pada meningkatnya kualitas hidup dan daya saing bangsa,” kata Tjhai Chui Mie.

Menurutnya, penguatan SDM kesehatan harus diawali dengan transformasi pendidikan tenaga kesehatan agar mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini maupun di masa depan.

“Transformasi SDM kesehatan harus dimulai dari transformasi pendidikan tenaga kesehatan dan transformasi kerja sama institusi pendidikan dengan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mencetak SDM kesehatan yang berkualitas,” ujarnya.

Ia mengatakan, setelah kualitas pendidikan dan kolaborasi antarlembaga diperkuat, pemerintah dapat lebih mudah memetakan kebutuhan rekrutmen sekaligus melakukan pemerataan distribusi tenaga kesehatan ke seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kalau sudah ada SDM yang berkualitas, pemerintah akan dengan mudah memetakan kebutuhan dalam rekrutmen tenaga kesehatan serta proses distribusi tenaga kesehatan ke seluruh fasilitas kesehatan menjadi lebih efektif dan optimal,” jelasnya.

Tjhai Chui Mie juga menekankan pentingnya pengembangan kompetensi secara berkelanjutan bagi tenaga kesehatan yang telah memasuki dunia kerja agar kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

“Tenaga kesehatan yang sudah berada di dunia kerja wajib mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi dan profesionalisme,” ujarnya.

Dalam paparannya, ia mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi sektor kesehatan saat ini, mulai dari perubahan demografi, pergeseran pola penyakit, digitalisasi layanan kesehatan hingga meningkatnya tuntutan profesionalisme.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut tenaga kesehatan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa mengesampingkan etika profesi serta keselamatan pasien.

“Tenaga kesehatan juga harus siap menghadapi perubahan. Mereka harus melek teknologi dan ilmu pengetahuan, khususnya dalam pelayanan kepada pasien,” katanya.

Pada kesempatan itu, Tjhai Chui Mie juga memaparkan kondisi tenaga kesehatan di Kota Singkawang. Saat ini terdapat 2.430 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas, rumah sakit, dan klinik, dengan komposisi terbesar berasal dari tenaga keperawatan dan kebidanan yang menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan daerah.

Ia berharap mahasiswa keperawatan dapat mempersiapkan diri sejak dini dengan meningkatkan kompetensi, integritas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan sektor kesehatan sehingga mampu menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mendukung terwujudnya Asta Cita. (Gun)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....