SPBU OSO Merdeka Diserbu Pengendara, Antrean Dipicu Hambatan Distribusi BBM
- 28 Jul 2026 20:00 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Antrean SPBU Pontianak
- SPBU OSO
- Stok masih aman
RRI.CO.ID, Pontianak - Antrean kendaraan mengular di SPBU OSO Merdeka pada Selasa, 28 Juli 2026. Kepadatan antrean tersebut sudah berlangsung sejak dua hari terakhir, menyusul meningkatnya permintaan pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang mulai terlihat pada Senin kemarin, 27 Juli.
Pengawas Lapangan SPBU OSO Merdeka, Rizky menjelaskan kondisi tersebut dipicu oleh keterlambatan distribusi BBM ke SPBU. Menurutnya, hambatan distribusi terjadi karena kapal pengangkut BBM mengalami kesulitan bersandar akibat debit air sungai yang menurun selama musim kemarau.
"Untuk antrean hari ini sudah dua hari, dari tanggal 27 Juli 2026 kemarin puncaknya. Ini hari kedua mengalami lonjakan pembelian BBM dari masyarakat," kata Rizky, saat ditemui, Selasa 28 Juli 2026.
Rizky menerangkan, selama dua hari terakhir SPBU tersebut mendapatkan pasokan sekitar 8.000 liter Pertalite dan 8.000 liter Pertamax. Sementara itu, pasokan Pertalite berikutnya diperkirakan mencapai 16.000 liter.
"Kalau untuk SPBU kita, dua hari ini itu 8.000 liter untuk Pertalite, sedangkan Pertamax 8.000 liter juga. Palingan besok baru kita dapat pasokan sebanyak 16.000 liter untuk Pertalite," ujarnya.
Rizky menambahkan, terhambatnya penyaluran membuat stok BBM di sejumlah SPBU sempat kosong. Kondisi tersebut kemudian memicu kekhawatiran masyarakat sehingga pembelian meningkat secara bersamaan.
"Kalau untuk alasan terjadinya antrean BBM ini berdasarkan informasi yang ada, terjadinya hambatan penyaluran. Kapal kita tidak bisa bersandar karena musim kemarau, airnya surut, jadi tersendat di muara. Itu yang menjadi penyebabnya," ungkapnya.
Rizky menyebut, secara perhitungan stok BBM sebenarnya masih mencukupi. Namun, pihak SPBU kesulitan memastikan kecukupan stok harian karena tingginya lonjakan pembelian sejak pagi.
"Stok BBM sendiri sebetulnya memang untuk perhitungan kita cukup. Cuma karena keadaan sekarang ini, tadi jam 6 pagi baru buka, antrean sudah membludak. Jadi kita tidak bisa memastikan kapasitas bahan bakar yang ada hari ini tercukupi untuk masyarakat. Nah, itu yang jadi persoalan kita," katanya.
Rizky mengaku pihak SPBU kewalahan menghadapi lonjakan antrean yang kembali terjadi. Kondisi serupa sebelumnya juga sempat terjadi menjelang Lebaran.
"Kita pengawas SPBU sudah pasti sangat kewalahan dengan kejadian seperti ini. Karena ini terjadi sudah dua kali, sebelumnya waktu sebelum Lebaran, ini masuk lagi tanggal 27 sampai 28 Juli 2026 terjadi lonjakan antrean. SPBU sangat kewalahan," tuturnya.
Meski demikian, Rizky memastikan hingga saat ini belum ada keluhan maupun persoalan berarti dari masyarakat yang mengantre di SPBU OSO Merdeka.
"Alhamdulillah, SPBU kita belum ada komplain atau persoalan dari masyarakat. Masih dalam kategori aman. Masyarakat masih ikut antre dengan aturan dari pihak SPBU," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....