Karhutla Kubu Raya Jadi Perhatian, Manggala Agni Fokus Padamkan Api di Lahan Gambut
- 24 Jul 2026 06:25 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Tim gabungan Manggala Agni bersama BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat terus melakukan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Kabupaten Kubu Raya karena memiliki kawasan gambut yang cukup luas dan tingkat kerawanan tinggi saat musim kemarau.
Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak, Taufikurohman, mengatakan sekitar 60 persen wilayah Kubu Raya merupakan lahan gambut yang memiliki potensi mudah terbakar ketika kondisi cuaca kering.
“Wilayah Kubu Raya ini menjadi atensi karena hampir 60 persen wilayahnya adalah gambut. Dengan musim kemarau yang terjadi, kami melakukan pemadaman secara terus-menerus untuk mengendalikan sebaran api,” ujar Taufikurohman saat menjadi narasumber dalam program Kentongan RRI Pro 1 Pontianak, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurutnya, penanganan Karhutla di Kubu Raya juga menjadi prioritas karena terdapat objek vital nasional, yakni Bandara Internasional Supadio. Asap akibat kebakaran lahan berpotensi mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan.
“Kubu Raya menjadi perhatian karena ada objek vital, terutama bandara yang harus terbebas dari asap agar operasional penerbangan tidak terganggu,” jelasnya.
Taufikurohman menjelaskan, pemadaman di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga dapat menjalar di bawah lapisan tanah. Kondisi tersebut membuat api sulit dipastikan benar-benar padam meskipun tidak terlihat di permukaan.
Untuk mengatasi kebakaran di area gambut, Manggala Agni menggunakan peralatan khusus berupa suntik gambut atau sumbut. Alat tersebut digunakan untuk mengalirkan air langsung ke dalam lapisan tanah yang menjadi sumber bara api.
“Kebakaran gambut sulit dikendalikan karena posisi apinya bisa berada di dalam rongga tanah. Yang terlihat di permukaan sering kali hanya asap. Karena itu kami menggunakan alat suntik gambut agar air bisa masuk langsung ke titik api di bawah tanah,” ungkapnya.
Menghadapi kondisi cuaca kering yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa waktu ke depan, Taufikurohman mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, khususnya di kawasan gambut yang mudah terbakar saat kondisi panas dan angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan api. Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, karena api dapat dengan cepat meluas dalam kondisi cuaca seperti saat ini,” katanya.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya asap maupun titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Laporan dapat disampaikan melalui perangkat desa, aparat TNI/Polri, BPBD, maupun Manggala Agni.
Upaya pencegahan dan penanganan Karhutla, menurut Taufikurohman, membutuhkan kerja sama seluruh pihak agar dampak kebakaran dapat ditekan dan kualitas udara tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....