Launching Kopi Robusta Petani Pahauman, di Rakor Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak

  • 23 Jul 2026 18:28 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Landak - Cantigi Coffee, adalah kopi robusta (single origin) hasil binaan petani Pahauman, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Wilmar Kalimantan Barat meluncurkan kopi tersebut, dalam Rapat Koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP)/Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Landak Tahun 2026 di PT Daya Landak Plantation, Kecamatan Jelimpo pada Kamis, 23 Juli 2026.

Peluncuran produk ditandai dengan penyerahan simbolis kepada Wakil Bupati Landak, Erani ST, MT, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Landak yang juga Ketua Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak, Heri Adiwijaya, SE.

Sedangkan kegiatan tersebut disaksikan lebih dari 100 peserta yang terdiri dari perusahaan perkebunan dan pertambangan, perbankan, Credit Union, koperasi, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga perangkat daerah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Landak, Erani, mengatakan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha melalui program CSR.

"Pembangunan daerah perlu dijalankan secara kolaboratif agar hasilnya dapat dirasakan secara maksimal. Di situlah letak arti penting CSR bagi Kabupaten Landak, yakni sebagai sumbangan dunia usaha yang bekerja seiring dengan program pemerintah daerah," ujar Erani.

Dalam rapat tersebut, Ketua Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak, Heri Adiwijaya, memaparkan perkembangan kontribusi perusahaan terhadap program prioritas Pemerintah Kabupaten Landak, di antaranya pembangunan Kawasan Industri Landak (KIL) dan penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tebedak. Laporan disampaikan secara terbuka di hadapan seluruh peserta sebagai bentuk transparansi pelaksanaan program CSR.

Rapat koordinasi triwulan Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak juga menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan dilaksanakan bersama oleh seluruh anggota forum. Berbagai masukan dari peserta diharapkan semakin memperkuat sinergi pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Landak.

Sedangkan Cantigi Coffee merupakan kopi robusta (single origin) yang ditanam dan dipanen oleh petani di kaki Pahauman, Kecamatan Sengah Temila. Produk tersebut telah mengantongi izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) Nomor 2153773403225. Nama "Cantigi" dipilih sebagai simbol ketangguhan, terinspirasi dari tanaman cantigi yang mampu tumbuh dan bertahan di lingkungan yang keras.

Peluncuran Cantigi Coffee menjadi bagian dari perubahan arah program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Wilmar Kalimantan Barat. Perusahaan ingin menggeser program CSR yang sebelumnya didominasi bantuan jangka pendek menuju pemberdayaan ekonomi masyarakat yang memberikan manfaat berkelanjutan.

Perlu diketahui, sepanjang semester pertama 2026, Wilmar Kalimantan Barat telah merealisasikan 93 kegiatan CSR yang menjangkau 17 desa di lima kecamatan, yakni Ngabang, Sebangki, Jelimpo, Sengah Temila, dan Kuala Behe. Sebagian besar kegiatan masih berupa pembangunan infrastruktur jalan desa dan bantuan sosial.

Melalui Cantigi Coffee, perusahaan mulai mendorong peningkatan nilai tambah komoditas kopi, mulai dari pengolahan buah kopi menjadi biji kopi hingga menjadi produk kemasan bermerek yang siap dipasarkan.

Cantigi Coffee dihadirkan sebagai langkah menuju program yang manfaatnya bertahan lebih lama, dengan mendorong nilai tambah di tingkat petani, dari ceri kopi menjadi biji hingga menjadi produk kemasan bermerek yang siap dipasarkan.

Ke depan, perusahaan akan memfokuskan program pemberdayaan masyarakat di desa binaan pada tiga sektor utama, yakni hortikultura, kopi, dan peternakan. Perusahaan juga berharap adanya pendampingan teknis dari perangkat daerah agar program tersebut terintegrasi dengan perencanaan pembangunan desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....