Wilmar Luncurkan Cantigi Coffee, Perkuat Ekonomi Petani Landak
- 23 Jul 2026 16:40 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Wilmar Kalimantan Barat meluncurkan Cantigi Coffee, kopi robusta binaan petani Pahauman, untuk mendorong pemberdayaan ekonomi berkelanjutan masyarakat desa di Landak.
Peluncuran Cantigi Coffee dilakukan dalam Rapat Koordinasi Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TSLP)/Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Landak Tahun 2026 di PT Daya Landak Plantation, Kecamatan Jelimpo, Kamis, 23 Juli 2026.
Produk tersebut diserahkan secara simbolis kepada Wakil Bupati Landak, Erani, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Landak yang juga Ketua Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak, Heri Adiwijaya, disaksikan lebih dari 100 peserta dari unsur perusahaan, perbankan, koperasi, credit union, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan perangkat daerah.
Cantigi Coffee merupakan kopi robusta single origin yang dibudidayakan petani di kaki Pahauman, Kecamatan Sengah Temila. Produk ini telah mengantongi izin edar Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan dipasarkan sebagai produk unggulan hasil pembinaan petani lokal.
Nama Cantigi dipilih sebagai simbol ketangguhan. Tumbuhan cantigi dikenal mampu bertahan di lingkungan yang keras, mencerminkan semangat petani dalam menghasilkan kopi berkualitas dari Kabupaten Landak.
Perusahaan menilai peluncuran Cantigi Coffee menjadi tonggak perubahan pendekatan program CSR, dari bantuan yang bersifat sesaat menuju pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Kami ingin program CSR tidak berhenti pada bantuan sesaat. Cantigi Coffee menjadi contoh bagaimana petani memperoleh nilai tambah, mulai dari hasil panen hingga menjadi produk bermerek yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi," ujar perwakilan Wilmar Kalimantan Barat.

Sepanjang semester pertama 2026, Wilmar Kalimantan Barat telah melaksanakan 93 program CSR di 17 desa yang tersebar di Kecamatan Ngabang, Sebangki, Jelimpo, Sengah Temila, dan Kuala Behe. Ke depan, perusahaan akan memfokuskan pemberdayaan masyarakat pada sektor hortikultura, kopi, dan peternakan.
"Kami berharap program ini mendapat dukungan pendampingan dari perangkat daerah sehingga pengembangannya sejalan dengan perencanaan pembangunan desa dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Landak, Erani , menegaskan pembangunan daerah memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha melalui program CSR.
"Pembangunan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Kolaborasi dengan dunia usaha melalui program CSR menjadi kekuatan penting untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Landak," kata Erani.
Sementara itu, Ketua Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak, Heri Adiwijaya, mengatakan forum tersebut menjadi wadah menyelaraskan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan prioritas pembangunan daerah.
"Kami mengapresiasi keterbukaan perusahaan dalam menyampaikan realisasi program CSR. Sinergi ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan Kabupaten Landak," ujar Heri.
Rapat koordinasi menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang akan dilaksanakan bersama oleh seluruh anggota Forum TSLP/CSR. Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, program pemberdayaan seperti Cantigi Coffee diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Landak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....