Kodam XII Tanjungpura Bangun Perbatasan, Infrastruktur dan Bakti Sosial Digencar
- 22 Jul 2026 18:53 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kodam XII/Tanjungpura resmi membuka Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026 di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia. Upacara pembukaan dipimpin Pangdam XII/Tanjungpura yang diwakili Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, di Pasar Modern Entikong, Kabupaten Sanggau, Rabu, 22 Juli 2026.
Mengusung tema "Bakti TNI AD untuk Rakyat Dalam Rangka Menguatkan Ketahanan di Wilayah Kodam XII/Tpr", program terpadu ini akan berlangsung selama dua bulan, mulai 22 Juli hingga 20 September 2026. Pelaksanaannya mencakup tiga wilayah perbatasan yang menjadi tanggung jawab Kodim 1204/Sanggau, Kodim 1205/Sintang, dan Kodim 1209/Bengkayang.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong, pemasangan tanda peserta, serta penyerahan alat kerja kepada perwakilan prajurit dan masyarakat sebagai simbol dimulainya karya bakti yang melibatkan berbagai unsur di wilayah perbatasan.
Dalam amanat Pangdam XII/Tanjungpura yang dibacakan Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Bambang Sujarwo menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus implementasi Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI.
"Kegiatan ini mendukung kebijakan pemerintah dan Panglima TNI dalam mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kemanunggalan TNI-Rakyat dan ketahanan wilayah di kawasan perbatasan," ujar Brigjen TNI Bambang Sujarwo.

Program Karya Bakti Skala Besar tahun ini menyasar pembangunan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Sasaran fisik meliputi pembangunan jembatan, 50 unit sumur bor, 20 unit MCK, rehabilitasi enam sekolah, perbaikan 75 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan dua rumah singgah, serta lima rumah ibadah.
Selain pembangunan fisik, Kodam XII/Tanjungpura juga menggelar berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Program tersebut mencakup pelayanan kesehatan gratis, donor darah, operasi bibir sumbing dan katarak, penghijauan, pembagian paket sembako, hingga penyuluhan hukum mengenai pencegahan peredaran barang ilegal dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
Menurut Kasdam, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan yang masih membutuhkan percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan dasar.
"Kami berharap seluruh sasaran fisik maupun nonfisik ini dapat diselesaikan tepat waktu sehingga dampaknya bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat perbatasan," tambahnya.
Kasdam juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut melalui semangat gotong royong. Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan pembangunan di wilayah perbatasan sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
"Saya mengajak seluruh stakeholder, pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga tokoh agama untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini melalui semangat gotong royong. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung. Semoga ini semakin memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....