BBPOM di Pontianak Gelar Edukasi bagi Siswa-Siswi SMKN 3 Pontianak
- 21 Jul 2026 16:23 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pontianak menggelar kegiatan edukasi bagi siswa-siswi SMKN 3 Pontianak pada 20 Juli 2026. Bertempat di Aula SMKN 3 Pontianak, seluruh siswa baru kelas X memperoleh edukasi agar lebih cerdas dan teliti dalam memilih produk obat serta makanan. Pada kesempatan ini, Pengawas Farmasi dan Makanan (PFM) Ahli Muda, Astika Puspaningtyas, menekankan pentingnya penerapan langkah Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk. Ia juga mengenalkan penggunaan aplikasi BPOM Mobile agar siswa dapat memastikan legalitas izin edar suatu produk secara mandiri dan cepat.
Selain keamanan produk saat membeli, edukasi ini juga menyoroti praktik kefarmasian yang baik serta pencegahan penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) di kalangan remaja. Siswa diberikan pemahaman mengenai penggolongan obat, penggunaan obat sesuai aturan pakai, penyimpanan obat, dan membuang sampah obat dengan benar. Lebih lanjut, Astika memaparkan tujuh jenis OOT yang kerap disalahgunakan, seperti tramadol, triheksifenidil, amitriptilin, klorpromazin, haloperidol, dekstrometorfan, dan ketamin. Ia menegaskan bahwa dampaknya sangat fatal, mulai dari halusinasi, gangguan mental, kerusakan organ permanen, hingga risiko kematian akibat overdosis. Untuk mencegahnya, siswa dibekali langkah antisipasi seperti memilih lingkungan pergaulan yang positif, mengelola stres dengan baik, serta berani berkata "tidak" terhadap ajakan penyalahgunaan obat.
Sebagai langkah strategis yang berkelanjutan, BBPOM di Pontianak turut memperkenalkan Sentra Informasi Gerakan Antisipasi Penyalahgunaan Obat dan Makanan. Platform layanan ini dirancang untuk menyediakan materi edukasi yang relevan, terstandar, dan mudah diakses oleh masyarakat luas, baik internal maupun eksternal BPOM. Melalui inisiatif ini, BBPOM berharap setiap individu dapat berperan sebagai agen edukasi di lingkungannya masing-masing. Kegiatan ini membawa pesan kuat bahwa pencegahan penyalahgunaan obat tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kepedulian, kewaspadaan, dan aksi kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....