Listrik Padam Jadikan Kafe Raup Omzet Lebih Besar, namun Operasional Bengkak

  • 05 Jul 2026 09:33 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Akibat listrik padam
  • Omzet Caffeshop naik
  • Biaya operasional

RRI.CO.ID, Pontianak - Pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Pontianak, Kalimatan Barat, Kamis, 2 Juli 2026 malam, membawa dampak beragam bagi pelaku usaha. Salah satunya dirasakan Caffeeshop 3Senyawa yang justru mengalami lonjakan pengunjung di tengah padamnya aliran listrik.

Barista Caffeeshop 3Senyawa, Raffi Setiawan, mengatakan banyak warga mendatangi kafe karena masih memiliki pasokan listrik dari genset. Sebagian besar pengunjung datang untuk mengisi daya telepon genggam, memanfaatkan jaringan internet, hingga berkumpul bersama teman.

"Orang-orang banyak yang cari tempat yang masih ada listrik buat ngecas HP, pakai wifi, sama hangout. Jadi, semalam di sini cukup ramai," kata Raffi saat ditemui, Sabtu, 4 Juli 2026.

Meski jumlah pelanggan meningkat, Raffi mengaku operasional kafe sempat terkendala karena seluruh aktivitas harus mengandalkan genset. Karyawan bahkan harus beberapa kali keluar membeli bensin agar pasokan listrik tetap tersedia hingga jam operasional berakhir.

Menurutnya, konsumsi bahan bakar genset mencapai sekitar 18 liter dalam satu malam. Awalnya, stok 13 liter diperkirakan cukup, namun ternyata harus ditambah 5 liter lagi agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan hingga kafe tutup.

"Kami sempat bolak-balik beli bensin karena stok awal habis. Akhirnya baru selesai sekitar jam 12 malam, padahal biasanya tutup jam 11 malam," ujarnya.

Raffi menilai kondisi tersebut memberikan keuntungan sekaligus tantangan bagi usaha. Di satu sisi, meningkatnya jumlah pelanggan turut mendongkrak omzet penjualan. Namun di sisi lain, biaya operasional ikut bertambah akibat penggunaan genset dan kebutuhan bahan bakar.

"Ada sisi positif dan negatifnya. Pengunjung ramai dan omzet naik, tapi pengeluaran juga bertambah karena harus pakai genset," ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi apabila pemadaman kembali terjadi, pengelola kafe kini menyiapkan stok bahan bakar lebih banyak. Pemilik usaha bahkan telah menyediakan sekitar 33 liter bensin agar operasional tidak lagi terganggu saat listrik padam.

Selain itu, Raffi berharap informasi terkait pemadaman listrik dapat disampaikan lebih dini sehingga pelaku usaha memiliki waktu untuk mempersiapkan kebutuhan operasional. "Kami berharap ada pemberitahuan lebih awal supaya bisa menyiapkan semuanya. Pelaku usaha tentu butuh waktu untuk melakukan persiapan," tuturnya.

Ia berharap gangguan listrik di Pontianak segera teratasi agar aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha dapat kembali berjalan normal. "Semoga kondisi ini cepat selesai, supaya masyarakat dan pelaku usaha bisa kembali beraktivitas seperti biasa," katanya, mengakhiri.

Baca juga: Gangguan PLTU, Pasokan Listrik Kalbar Diatur Selama Perbaikan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....