Pangdam Perintahkan Satgas Tutup Celah Jalur Tikus Perbatasan

  • 28 Jun 2026 21:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pangdam XII/Tanjungpura memerintahkan Satgas Pamtas memperketat pengawasan jalur tikus guna mencegah penyelundupan dan pelintas batas ilegal di Kalbar.

Penegasan itu disampaikan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito saat memimpin upacara penerimaan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia dari Batalyon Armed 13/Nanggala dan Batalyon Armed 19/Bogani di Aula Sudirman Makodam XII/Tanjungpura, Kubu Raya, Minggu, 28 Juni 2026.

Kedua batalyon tersebut akan menggantikan satuan sebelumnya untuk menjaga wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di sektor barat dan sektor timur Kalimantan Barat.

Dalam arahannya, Pangdam menilai jalur tikus di kawasan perbatasan masih menjadi pintu masuk berbagai aktivitas ilegal, mulai dari pelintas batas tanpa dokumen hingga penyelundupan narkotika dan tindak pidana perdagangan orang atau TPPO.

"Tingkatkan pengawasan di jalur tikus, antisipasi pelintas batas ilegal, serta perkuat deteksi dini terhadap penyelundupan narkoba dan tindak pidana perdagangan orang," tegas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.

Menurut Pangdam, tugas Satgas Pamtas bukan hanya menjaga patok batas negara, tetapi juga memastikan keamanan wilayah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan.

Prajurit juga diminta aktif membantu pembinaan teritorial dan menjalin komunikasi sosial dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan.

Meski demikian, Pangdam mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, seperti keterbatasan alat deteksi narkotika, kendaraan operasional yang mulai menua, hingga minimnya jaringan komunikasi, listrik, dan air bersih di beberapa pos.

Karena itu, seluruh personel diminta segera beradaptasi dengan kondisi wilayah penugasan, memahami adat istiadat masyarakat setempat, serta menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.

"Tugas operasi pengamanan perbatasan merupakan kepercayaan dan kehormatan yang diberikan negara. Simbol Bendera Merah Putih di lengan kanan harus senantiasa dijaga sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara," ujar Pangdam.

Di akhir arahannya, Pangdam mengingatkan seluruh personel agar menjaga keamanan personel maupun materiil selama bertugas serta melaksanakan serah terima pos secara maksimal agar pelaksanaan operasi berjalan lancar.

Penerimaan Satgas Pamtas ini menandai dimulainya tugas Batalyon Armed 13/Nanggala dan Batalyon Armed 19/Bogani sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....