Mayat Pria Ditemukan di Rumah Kosong, Anak-anak Histeris

  • 20 Jun 2026 16:22 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Keceriaan anak-anak bermain mendadak berubah menjadi kepanikan setelah menemukan sesosok pria tak bernyawa di teras rumah. Peristiwa bermula saat sejumlah anak yang sedang bermain di sekitar lokasi mencium aroma busuk menyengat dari arah rumah kosong tersebut. Karena penasaran, mereka mendekati sumber bau. Namun sesampainya di teras rumah, mereka justru menemukan seorang pria dalam kondisi terbujur kaku.

Temuan itu membuat anak-anak panik dan berteriak histeris sebelum berlari memberitahukan warga sekitar. Warga yang berdatangan ke lokasi kemudian memastikan kondisi korban dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sungai Raya.

Mendapat laporan masyarakat, Tim Identifikasi Polres Kubu Raya bersama personel Polsek Sungai Raya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi korban.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya AKP Ambril melalui Kasubsie Penamas Polres Kubu Raya Aiptu Ade membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Korban diketahui berinisial WH berusia 32 tahun warga setempat.

"Saat ditemukan, jenazah WH berada dalam posisi telentang di teras rumah dengan mengenakan kaos berwarna cokelat dan celana pendek abu-abu. Di sekitar lokasi penemuan juga terdapat tumpukan sampah plastik," ujar Ade, Sabtu, 20 Juni 2026.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan fisik terhadap jenazah guna memastikan ada atau tidaknya indikasi tindak pidana. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Dari hasil pemeriksaan luar oleh Tim Identifikasi, tidak ditemukan adanya luka menganga maupun tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh ataupun kepala korban," jelasnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan pihak keluarga, korban diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan kerap berada di kawasan rumah kosong tersebut. Informasi itu diperoleh setelah petugas melakukan pendalaman terhadap riwayat korban.

"Dari pemeriksaan singkat terhadap para saksi, diketahui bahwa korban WH mengidap gangguan jiwa semasa hidupnya. Keterangan tersebut juga sesuai dengan kondisi di lokasi yang sering dijadikan tempat singgah korban," tambah Ade.

Usai proses identifikasi dan olah TKP selesai dilakukan, petugas bersama warga mengevakuasi jenazah korban ke rumah duka Yayasan Budi Bhakti Marga Chai yang berada di Jalan Parit Nomor 2. Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan visum maupun autopsi. Polisi pun memastikan situasi di lokasi penemuan mayat telah kondusif dan tidak ditemukan indikasi adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

"Pihak keluarga secara resmi menolak dilakukan visum maupun autopsi. Mereka telah menerima kematian korban dengan ikhlas dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah," pungkas Ade.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....