Update Cuaca 20 Juni, BMKG: Sebagian Besar Kalbar Berpotensi Diguyur Hujan
- 20 Jun 2026 08:16 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Reny, mengatakan pada pagi hingga siang hari hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Sekadau, Sintang, dan Melawi.
"Pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat. Selain itu, terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah Mempawah, Bengkayang, Sanggau, Sekadau, Kubu Raya, Landak, Sintang, dan Ketapang," ujar Reny dalam siaran prakiraan cuaca BMKG, di Warta Berita Pagi RRI Pro 1 Pontianak, Sabtu 20 Juni 2026.
Sementara itu, pada malam hingga dini hari, hujan ringan masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah, di antaranya Melawi, Sintang, Kapuas Hulu, Ketapang, Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Bengkayang, dan Kayong Utara.
BMKG juga mencatat angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan berkisar antara 10 hingga 35 kilometer per jam. Adapun suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 22 hingga 34 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 58 hingga 98 persen. Reny mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Kami mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat," katanya.
Selain prakiraan cuaca, BMKG juga memantau adanya empat titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, berdasarkan indeks kekeringan untuk satu minggu ke depan, Kalimantan Barat masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan maupun hutan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat kondisi cuaca cenderung kering di sejumlah wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....