Seminar PDNA Pontianak Tekankan Pentingnya Empati dalam Karakter Anak

  • 17 Jun 2026 16:48 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Pontianak menggelar Seminar Pengembangan Karakter Anak yang diikuti 150 peserta dari pelajar dan guru pendamping pada Rabu, 17 Juni 2026.‎

‎Ketua PDNA Kota Pontianak, Yossy Syafariah, mengatakan kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.‎

‎"Ini menjadi penting kami laksanakan agar kami bisa memfasilitasi dan ‎memotivasi anak dan remaja menjadi generasi muda yang mumpuni untuk Indonesia," katanya.

‎Ia menilai, penguatan karakter menjadi penting di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.‎

‎"Salah satunya adalah yang pertama mungkin memang pengaruh gadget atau digitalisasi lah ya, internet yang terlalu pesat, padahal sebenarnya itu juga memudahkan untuk generasi muda dalam berkreasi, berinovasi. Tapi ada hal juga yang menjadi negatif, salah satunya mungkin dia akan terjerumus pada pornografi, kemudian LGBT, kemudian pinjol, judol, dan hal-hal yang berakibat fatal pada baik fisik dan mentalnya. Sehingga kita takutnya mereka tidak siap untuk menjadi orang tua suatu saat nanti," sebut Yossy.‎

‎Sementara itu, salah satu pemateri seminar, psikolog Agus Handini menyoroti pentingnya empati sebagai salah satu nilai utama dalam pembentukan karakter anak. ‎Menurutnya, empati berbeda dengan simpati, karena melibatkan kemampuan merasakan apa yang dirasakan orang lain.‎

‎"Simpati itu dibutuhkan untuk berkembang menuju ke empati. Supaya empati itu merasakan bahwa aku mampu merasakan apa yang kamu rasakan. Kalau simpati, kamu sedih ya, oh kasihan kamu. Tapi merasakan apa yang orang lain rasakan, itu yang kita butuhkan dalam masa sekarang ini," jelasnya.‎

‎Ia menambahkan, pembentukan empati perlu dilakukan melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial, bukan hanya melalui teori.‎

‎"Anak perlu dilatih bagaimana berbicara, bersikap, bahkan mengatur nada bicara. Hal-hal sederhana itu sangat berpengaruh dalam membentuk karakter," tutur Handini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....