BPBD Soroti Drainase usai Banjir Rob Pontianak
- 17 Jun 2026 11:30 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Banjir rob merendam sebagian besar ruas jalan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa, 16 Juni 2026, kemarin setelah hujan dengan intensitas sangat lebat mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam. Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalimantan Barat, Daniel, mengatakan pihaknya telah menerima informasi prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebutkan sejumlah wilayah di Kalbar berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang pada periode 16-20 Juni 2026.
Selain itu, daerah pesisir seperti Kota Pontianak, Kabupaten Mempawah, Kubu Raya, Sambas, dan Singkawang juga berpotensi terdampak banjir rob akibat pasang air laut. “BPBD Provinsi Kalimantan Barat telah melaksanakan patroli di sekitar 10 titik di Kota Pontianak yang terdampak genangan, di antaranya Jalan Ahmad Yani, kawasan Pendopo Gubernur, Pintu Air Ramayana, Jalan Gajah Mada, WR Supratman, Agus Salim, Purnama, M Sohor, Pasar Flamboyan, dan Pasar Mawar,” kata Daniel, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurutnya, genangan yang terjadi tidak semata-mata disebabkan oleh hujan lebat, tetapi juga dipengaruhi terbatasnya kapasitas drainase dan parit dalam menampung debit air. “Persoalan utamanya bukan hanya hujan, tetapi kapasitas drainase dan parit yang terbatas sehingga air meluap ke jalan,” ujarnya.
Hasil monitoring BPBD di lapangan menunjukkan sejumlah ruas jalan masih tergenang meski hujan telah berhenti. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh penyumbatan drainase dan pendangkalan saluran yang bermuara ke Pintu Air Tanjung Pura sehingga aliran air tidak berjalan optimal dan memperlambat proses surutnya genangan.
Daniel mengimbau masyarakat tetap waspada meskipun Kalimantan Barat saat ini memasuki musim kemarau. Menurutnya, musim kemarau di Kalbar bukan berarti tidak terjadi hujan, melainkan intensitas curah hujan yang lebih rendah dibandingkan musim penghujan.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kalbar akan menyusun hasil analisis dari kegiatan patroli dan monitoring yang dipimpin Sekretaris BPBD Kalbar. Analisis tersebut akan menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan disampaikan kepada BPBD Kota Pontianak untuk dikoordinasikan dengan instansi terkait.
Rekomendasi yang disiapkan antara lain pembersihan sampah dan material penyumbat saluran drainase secara berkala serta normalisasi atau pengerukan sedimentasi pada parit dan saluran yang bermuara ke Pintu Air Tanjung Pura.
“Perlu ada koordinasi lintas instansi dalam upaya pemeliharaan dan peningkatan kapasitas drainase perkotaan agar genangan dapat diminimalkan,” kata Daniel.
BPBD Kalbar juga akan terus memantau perkembangan banjir rob yang diperkirakan masih berpotensi terjadi hingga 20 Juni 2026. Berdasarkan prakiraan, pasang maksimum diperkirakan berlangsung setiap hari pada pukul 17.00 hingga 22.00 WIB.
Baca juga: BPBD Kalbar Perkuat Mitigasi Hadapi Ancaman Karhutla Gambut
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....