BMKG: Hujan Sangat Lebat Picu Genangan di Pontianak
- 16 Jun 2026 13:58 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak menyatakan genangan yang merendam sejumlah ruas jalan di Kota Pontianak pada Selasa pagi dipicu oleh curah hujan dengan kategori sangat lebat yang terjadi sepanjang malam hingga dini hari.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Risa Yulisma, mengatakan fenomena bulan baru pada 15 Juni 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum di wilayah pesisir Kalimantan Barat. Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi potensi terjadinya banjir pesisir atau banjir rob di wilayah Kota Pontianak pada periode 15 hingga 20 Juni 2026.
“Potensi banjir pesisir atau banjir rob di wilayah Kota Pontianak diperkirakan terjadi pada tanggal 15 sampai 20 Juni 2026 dengan pasang harian maksimum berkisar 1,9 hingga 2 meter yang diukur dari rata-rata maksimum water level di titik pengamatan Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak,” ujar Risa, Selasa, 16 Juni 2026.
Ia menjelaskan, puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Kondisi tersebut berpotensi memperparah genangan apabila bertepatan dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat.
“Jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, perlu diwaspadai adanya peningkatan ketinggian muka air,” katanya.
Risa menambahkan, genangan yang terjadi pada Selasa pagi lebih dominan disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Pontianak semalaman dibandingkan dampak pasang rob. Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, curah hujan yang tercatat mencapai 128,1 milimeter per hari, yang masuk dalam kategori hujan sangat lebat.
“Genangan yang terjadi pagi tadi merupakan dampak dari curah hujan dengan kategori sangat lebat, mengingat pasang rob yang terjadi hanya berlangsung pada malam hari,” jelasnya.
Hujan berintensitas tinggi tersebut mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Kota Pontianak tergenang dengan ketinggian yang bervariasi, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan pada pagi hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak pasang maksimum yang masih berpotensi terjadi hingga 20 Juni 2026, terutama bagi warga yang bermukim di kawasan rendah dan daerah yang kerap terdampak genangan.
Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi BMKG terkait prakiraan cuaca maupun pasang surut air laut guna mengantisipasi risiko banjir dan banjir rob di Kota Pontianak serta wilayah pesisir Kalimantan Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....