SMPN 8 Pontianak Luncurkan Digulis Ceria Berbasis Digital

  • 15 Jun 2026 14:28 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - SMP Negeri 8 Pontianak resmi meluncurkan program Digital For Green Learning and Sustainable School (Digulis Ceria) sebagai upaya membangun budaya cinta lingkungan berbasis teknologi digital di lingkungan sekolah. PLH Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Muhammad Yamin mengapresiasi inovasi yang dikembangkan SMP Negeri 8 Pontianak tersebut.

Menurutnya, sekolah ini menjadi pelopor dalam penanaman berbagai jenis pohon endemik dari berbagai daerah di Indonesia. “Bahkan keberadaan beragam tanaman dari berbagai wilayah Nusantara menjadikan kawasan sekolah sebagai simbol Bhinneka Tunggal Ika. Kami berharap cita-cita SMP Negeri 8 Pontianak untuk menghadirkan pohon dari seluruh Indonesia dapat terwujud,” ujarnya, Senin, 15 Juni 2026.

Menurutnya, gerakan penghijauan harus dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk sekolah dan rumah tangga. Ia menegaskan keterbatasan lahan di Kota Pontianak bukan menjadi hambatan untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan bersih.

“Kita pengen Kota Pontianak bisa demikian. Maka dimulai dari skop terkecil, dari rumah tangga. Pokoknya kalau ada lahan kosong, tanam saja pohon,” ucapnya.

Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Yamin, siap mendukung sekolah maupun masyarakat yang ingin melakukan penghijauan melalui bantuan bibit dan kolaborasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian hingga instansi teknis lainnya.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 8 Pontianak Suparji menjelaskan Digulis Ceria lahir dari posisi sekolah yang berada di Kecamatan Pontianak Tenggara dengan ikon Tugu Digulis. Nama tersebut kemudian diadaptasi menjadi Digitalisasi Lingkungan Hijau Berkelanjutan atau Digulis Ceria.

“Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon peneduh, tetapi juga pohon buah, tanaman pisang, cabai, serta berbagai tanaman pendukung ketahanan pangan sekolah. Program tersebut dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan sekaligus menjadi media pembelajaran di luar ruang kelas,” katanya, menjelaskan.

Menurutnya, prioritas utama Digulis Ceria adalah membentuk karakter siswa yang peduli dan mencintai lingkungan. Selain itu, siswa juga dibekali kemampuan digital melalui pembuatan barcode atau kode QR yang ditempatkan pada setiap tanaman.

“Setelah siswa paham, maka realisasinya hari ini. Dia membuat barcode tersebut,” ucapnya.

Melalui sistem barcode tersebut, seluruh tanaman yang ada di lingkungan sekolah dapat teridentifikasi dan terdokumentasi secara digital. Suparji menambahkan peluncuran Digulis Ceria menjadi langkah awal untuk mengembangkan pembelajaran lingkungan yang lebih modern, interaktif, dan berkelanjutan di SMP Negeri 8 Pontianak.

Baca juga: Lomba Sihir Remake “Melompat Lebih Tinggi”, Bawa Nuansa Baru yang Lebih Ceria

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....