Manajemen Mukti Plantation Bertemu Warga dan Aparatur Desa Melawi

  • 09 Jun 2026 12:41 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Konflik Sosial dalam berinvestasi dibidang perkebunan hampir diseluruh Indonesia mirip yakni masalah tumpang tindih lahan, plasma, batas antar Desa dan Pembagian Sisa Hasil Usaha. Untuk mengelimir agar tidak terjadi konflik terbuka, Manajemen Mukti Plantation mengadakan Coffe morning di Café Anak Rantau Kota Baru Kecamatan Tanah Pinoh, Kabupaten Melawi.

Coffe Morning yang dipandu Manajer Eksternal Relation Suhadi SW dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kecamatan Tanah Pinoh, Kecamatan Tanah Pinoh Barat dan Kecamatan Sokan Kabupaten Melawi serta Kepala Desa yang Wilayahnya terdapat kebun sawit milik Mukti Plantation Group terdiri dari PT. AAK, PT. AHL, PT. AKM dan PT. BSU.

Menurut Suhadi pertemuan dengan stake holder dan pemangku kepentingan ini perlu dilakukan untuk merajut talisilatrurami juga sekaligus membangun kebersamaan, sehingga terjadi masalah sosial kemasyarakatan dapat deselesaikan secara dini, tanpa harus dilakukan secara formal. Suhadi menyampaikan pendapat seorang filosofi Yunani Kuno Plato yang hidup 450 tahun sebelum masehi yang mana suatu negara akan kokoh dan Jaya bila ditopang oleh tiga kekuatan utama.

“kaum cerdik pandai, melalui penelitian atau karya ilmiahnya, kaum cerdik pandai bisa berkontribusi untuk negara, kedua Birokrasi yang kuat dan ketiga interpreuneur atau pengusaha, kelompok ini bisa berkontribusi dalam menampung tenaga kerja, menciptakan lapangan kerja baru , menyalurkan Corporate Sosial Responsibiliti (CSR),” katanya Senin, 9 Juni 2026.

Sementara itu Camat Tanah Pinoh Budiman menyampaikan sebagai Aparat Sipil Negara menyambut baik dillaksanakan Coffe Morning dan pertemuan bahkan perlu ada pertemuan berikutnya agar jika ada perusahaan memiliki kebijakan yang telah diformulasikan, melalui Forum pertemuan seperti ini bisa disampaikan dan menghindari kesalah pahaman.

Menurutnya pertemuan ini sebagai wadah untuk menampung keluhan dan mencari solusi yang solutif, banyak permasalahan permasalahan sosial yang penyelesaiaannya tidak harus melalui peradilan, tetapi bisa dilakukan secara restorastis Justice, namun jika masalahnya berulang dengan palaku yang sama, maka pihaknya siap mendukung langkah yang dilakukan oleh perusahaan.

Baca juga: Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Melawi Siaga Hadapi El Nino

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....