Tim SAR Temukan Warga Hilang di Ketapang dalam Keadaan Selamat

  • 08 Jun 2026 18:21 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Ketapang - Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang warga yang diduga mengalami gangguan kejiwaan setelah dilaporkan hilang di Desa Sukabangun Luar Medan Pertanian, Kabupaten Ketapang pada Senin, 8 Juni 2026 dini hari. ‎Korban bernama Muryani (60) sebelumnya dilaporkan belum kembali ke rumah setelah berlari menuju kawasan hutan di belakang rumahnya pada Minggu, 7 Juni 2026 malam.‎

‎Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan yang diterima, sekitar pukul 19.30 WIB korban sedang mengambil kain yang dijemur di belakang rumah. Saat anak korban memanggil, korban tiba-tiba berlari menuju hutan tanpa sebab yang jelas.‎

‎"Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami segera memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Ketapang menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dengan peralatan yang telah disiapkan," ujar Junetra.‎

‎Menurutnya, sebelum laporan disampaikan kepada SAR, keluarga bersama masyarakat sekitar telah berupaya melakukan pencarian secara mandiri, namun korban belum berhasil ditemukan.‎

‎"Kami mengapresiasi upaya keluarga dan warga yang sejak awal turut melakukan pencarian. Sinergi antara masyarakat dan unsur SAR sangat membantu dalam proses operasi di lapangan," katanya.‎

‎Tim Rescue Pos SAR Ketapang kemudian bergerak menuju lokasi pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 01.02 WIB menggunakan Rescue Car D-Max yang dilengkapi peralatan operasi dan evakuasi. Lokasi kejadian diketahui berada sekitar 1,2 kilometer dengan radial 177 derajat dari Pos SAR Ketapang.‎

‎Upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 03.50 WIB, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada koordinat 00°14'40.39"S - 109°47'38.50"E atau sekitar 500 meter dari rumahnya.‎

‎"Korban ditemukan dalam kondisi selamat. Tim kemudian melakukan evakuasi dan menyerahkan korban kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," jelas Junetra.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....