BPJS Ketenagakerjaan dan BI Siapkan Wirausaha Baru
- 02 Jun 2026 20:51 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - BPJS Ketenagakerjaan dan Bank Indonesia menjajaki sinergi strategis mengubah dana manfaat jaminan sosial menjadi modal usaha produktif.
BPJS Ketenagakerjaan bersama Bank Indonesia (BI) mulai merancang kolaborasi yang bertujuan mendorong penerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi pelaku usaha baru. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, dengan Kepala Perwakilan BI Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, di Pontianak, Selasa (2/6/2026).
Bambang mengatakan, dana manfaat yang diterima peserta BPJS Ketenagakerjaan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi modal usaha. Menurutnya, manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), maupun Jaminan Kematian (JKM) tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan saat risiko terjadi, tetapi juga dapat menjadi sumber penguatan ekonomi keluarga.
“Melalui pendampingan yang tepat, dana manfaat tersebut dapat menjadi modal usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam penjajakan kerja sama itu, kedua lembaga membahas sejumlah program potensial, mulai dari pelatihan literasi keuangan, perencanaan keuangan keluarga, pendampingan UMKM, pelatihan kewirausahaan, digitalisasi usaha, pemanfaatan QRIS hingga fasilitasi akses pembiayaan formal.
Bambang menegaskan, visi besar yang ingin diwujudkan adalah menciptakan lebih banyak penerima manfaat yang naik kelas menjadi pelaku usaha produktif. Dengan demikian, manfaat BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sepanjang 2025, BPJS Ketenagakerjaan tercatat telah menyalurkan manfaat kepada 5,02 juta kasus dengan nilai mencapai Rp68,13 triliun. Sementara hingga April 2026, pembayaran manfaat telah mencapai Rp24,3 triliun untuk 1,81 juta kasus.
Menurut Bambang, besarnya dana manfaat yang disalurkan setiap tahun menjadi peluang strategis untuk mendorong lahirnya usaha-usaha baru jika diiringi edukasi dan pendampingan yang memadai.
Kepala Perwakilan BI Kalbar, Doni Septadijaya, menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Ia menilai berbagai program pengembangan UMKM yang dimiliki BI dapat menjadi sarana transformasi penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan menjadi wirausaha yang tangguh dan berdaya saing.
“Kerja sama BPJS Ketenagakerjaan dan BI dapat menjadi jembatan transformasi penerima santunan menjadi pelaku usaha produktif, terutama bagi peserta yang terkena PHK maupun ahli waris penerima manfaat,” kata Doni.
Ia menambahkan, BI selama ini aktif memberikan pelatihan digitalisasi usaha, perluasan pasar, fasilitasi sertifikasi produk, hingga penguatan akses pembiayaan guna meningkatkan kapasitas UMKM.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pontianak, Suhuri, menyatakan pihaknya siap mendukung implementasi program melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kalimantan Barat.
Menurutnya, semakin banyak peserta yang mampu mengelola manfaat secara produktif, semakin besar pula dampak sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.
“Harapan kami, penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya mendapatkan jaring pengaman sosial, tetapi juga memiliki kesempatan naik kelas menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing,” tutup Suhuri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....