Penambang Sampan Bardan Bertahan Ditengah Sepinya Penumpang Penyeberangan
- 31 Mei 2026 23:33 WIB
- Pontianak
RRI. CO. ID, Pontianak – Aktivitas penyeberangan tradisional di kawasan Waterfront Bardan, Pontianak, masih bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi akibat tidak beroperasinya ferry penyeberangan Bardan dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satu penambang sampan speedboat yang tetap bertahan adalah Samir, warga Siantan, Kecamatan Pontianak Utara.
Setiap hari, Samir menggantungkan penghasilannya dari jasa penyeberangan sampan speedboat rute Bardan-Siantan.
Namun, kondisi penumpang yang tidak menentu membuat pendapatannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut Samir, berhentinya operasional ferry Bardan ternyata tidak serta merta meningkatkan jumlah penumpang yang menggunakan jasa sampan speedboat.
"Ndak tentu juga bang, cukup lah kate orang untuk keperluan makan sehari-hari, " katanya, Sabtu, 30 Mei 2026.
Meski masyarakat sudah mengetahui ferry tidak lagi beroperasi, penumpang tetap terbagi dengan penambang lainnya yang melayani rute serupa.
Ia mengaku kondisi tersebut membuat penghasilan para penambang sampan tidak banyak berubah dibanding sebelumnya. Bahkan dalam beberapa kesempatan, jumlah penumpang cenderung sepi.
Saat ini, tarif penyeberangan sampan speedboat dipatok Rp3 ribu per orang apabila penumpang hingga 10 orang. Sementara untuk sistem carter dikenakan tarif Rp20 ribu.
Di tengah kondisi tersebut, Samir memilih tetap bertahan menjalani pekerjaannya sebagai penambang sampan demi memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....