Wacana Bahasa Prancis Sekolah Disambut Pro dan Kontra
- 31 Mei 2026 18:33 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Wacana penerapan Bahasa Prancis di seluruh tingkatan sekolah yang diinstruksikan Presiden RI Prabowo Subianto menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Kebijakan tersebut bertujuan membekali generasi muda menghadapi dinamika global sekaligus memperkuat hubungan diplomatik, sains, dan teknologi antara Indonesia dan Prancis.
Di Kota Pontianak, sebagian warga menyambut positif rencana tersebut. Dewi, warga Pontianak, menilai penguasaan bahasa asing penting untuk meningkatkan kemampuan anak sejak usia dini.
Menurutnya, tambahan Bahasa Prancis dapat memperluas wawasan dan keterampilan generasi muda selain Bahasa Inggris, Arab, maupun Mandarin yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat.
“Perlu bang, karena penguasaan Bahasa asing itu penting kayak bahasa arab, inggris, mandarin. Nah, kalau ada lagi tambahan (Bahasa Prancis) kan lebih bagus. Jika sudah diterapkan saya rasa perlu lah kita kursuskan anak untuk belajar Bahasa Prancis,” ujarnya, Minggu, 31 Mei 2026.
Namun, pandangan berbeda disampaikan Irma, warga Kabupaten Kubu Raya. Ia menilai pemerintah perlu lebih dahulu mempersiapkan tenaga pendidik bahasa asing, khususnya di daerah yang masih minim guru kompeten.
Selain itu, Irma khawatir penambahan mata pelajaran baru justru menambah beban belajar siswa, terutama ketika pemahaman Bahasa Inggris di kalangan pelajar masih dinilai belum merata.
“Belum lagi beban anak-anak untuk belajar bahasa asing (Prancis) pasti bertambah, sedangkan bahasa inggris saja anak-anak susah ngertinya. Harusnya presiden itu pikirkan bagaimana sekolah, kesehatan bisa gratis,” keluhnya.
Wacana penerapan Bahasa Prancis di sekolah hingga kini masih menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai tanggapan terkait kesiapan pendidikan nasional, terutama di daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....