Ferry Tidak Beroperasi, Pedagang Dermaga Keluhkan Pendapatan
- 29 Mei 2026 13:30 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Tidak beroperasinya ferry penyeberangan Bardan-Siantan Pontianak selama dua bulan terakhir berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar dermaga. Salah satunya dirasakan pedagang warung makan dan minuman di kawasan dermaga penyeberangan Bardan.
Seorang pedagang kios dermaga, Yanti mengaku pendapatannya menurun drastis sejak kapal ferry berhenti beroperasi akibat kerusakan dermaga. “Sekarang sepi pembeli. Biasanya sopir-sopir truk antre ferry sambil beli rokok, makan atau minuman. Sekarang paling cuma beberapa orang beli rokok per batang,” kata Yanti, Jumat, 29 Mei 2026.
Menurutnya, saat bulan Ramadan lalu kapal ferry sempat kembali beroperasi terbatas khusus kendaraan roda dua. Namun, operasional kembali dihentikan saat Lebaran karena kondisi dermaga dinilai tidak aman menahan beban berat.
Yanti mengatakan, saat ferry masih aktif beroperasi, pendapatan dari berdagang cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kini aktivitas di sekitar dermaga jauh berkurang sehingga omzet penjualan ikut menurun.
Meski kondisi usaha sedang sepi, dirinya memilih tetap bertahan berdagang karena harus membayar biaya sewa kios yang baru ditempatinya beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Yanti hanya berjualan menggunakan gerobak PKL di pinggir jalan.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki dermaga ferry yang rusak agar aktivitas penyeberangan kembali normal dan perputaran ekonomi masyarakat sekitar dermaga dapat kembali berjalan. “Harapannya cepat diperbaiki supaya ferry bisa jalan lagi dan ekonomi di sini hidup kembali,” ujarnya.
Baca juga: Dishub Pontianak Pastikan Ferry Belum Bisa Beroperasi
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....