Cerdas Gunakan AI, Orang Tua Diminta Awasi Anak di Dunia Digital

  • 28 Mei 2026 08:19 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Maraknya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di kalangan anak dan remaja menjadi perhatian serius berbagai pihak. Orang tua diminta lebih aktif mengawasi sekaligus mendampingi anak agar teknologi digital dimanfaatkan secara positif dan aman.

Hal itu disampaikan narasumber pemerhati perlindungan anak, sekaligus anggota Komisioner Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat, Nany Wirdayani, S.T., S.H., dalam dialog “Pengarusutamaan Gender dan Inklusi” di Pro 1 RRI Pontianak dengan tema “Cerdas Ber-AI, Berani Bersuara Lindungi Sesama”, Senin, 25 Mei 2026.

Menurut Nany, perkembangan teknologi saat ini membuat informasi dapat tersebar hanya dalam hitungan detik melalui media sosial maupun aplikasi AI. Karena itu, anak perlu dibekali prinsip penggunaan digital yang sehat sejak dini.

“Anak-anak harus punya prinsip 3B, yaitu berani bersuara jika melihat kekerasan digital, beraksi dengan mengecek fakta sebelum membagikan informasi, dan menggunakan teknologi untuk hal yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia menilai, kecerdasan buatan memiliki banyak manfaat bagi dunia pendidikan, seperti membantu membuat rangkuman pelajaran, desain kreatif, hingga belajar bahasa asing dan coding secara gratis. Namun di sisi lain, AI juga bisa disalahgunakan untuk tindakan negatif.

Nany mencontohkan kasus penyalahgunaan teknologi deepfake yang sempat ramai diperbincangkan di Kalimantan Barat. Teknologi tersebut digunakan untuk memanipulasi foto seseorang menjadi konten tidak senonoh.

“AI bisa diajak berbuat jahat kalau tidak digunakan dengan bijak. Karena itu pendampingan orang tua sangat penting,” katanya.

Ia juga mengingatkan berbagai ancaman digital yang mengintai anak-anak, mulai dari cyber bullying, online grooming, doxing, hingga kecanduan gadget.

“Jangan mudah menerima pertemanan dari akun yang tidak dikenal. Anak juga harus diajarkan menjaga data pribadi dan tidak sembarang membagikan lokasi atau nomor telepon,” jelasnya.

Selain pengawasan, Nany menekankan pentingnya pola komunikasi terbuka dalam keluarga. Menurutnya, orang tua perlu menjadi sahabat bagi anak agar mereka nyaman bercerita ketika menghadapi masalah di dunia digital.

“Kalau anak selalu disalahkan, mereka akan enggan terbuka kepada orang tua. Maka komunikasi yang hangat dan tidak otoriter itu penting,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan bahwa Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah menyediakan layanan pengaduan dan pendampingan gratis bagi anak maupun orang tua yang mengalami persoalan di dunia digital.

“Silakan melapor ke KPPAD jika ada kekhawatiran terkait aktivitas digital anak. Kami siap mendampingi, termasuk layanan konseling psikologis,” tegasnya.

Nany berharap masyarakat semakin sadar bahwa perlindungan anak di era digital bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab keluarga dan lingkungan sekitar.

“Teknologi itu tidak salah. Yang penting bagaimana kita mendampingi anak agar bisa menggunakan AI secara cerdas, aman, dan bermanfaat,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....