Gejolak Ekonomi Global Berdampak hingga Pedalaman Kalbar

  • 23 Mei 2026 13:21 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Mempawah - Warga Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah sekaligus pegiat pendidikan Kalimantan Barat (Kalbar), Pandu Winata menilai gejolak perekonomian global saat ini mulai berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat di Kalbar, termasuk di wilayah pedalaman.

Menurut Pandu, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyebabkan harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan. Dampak tersebut dirasakan tidak hanya di kawasan perkotaan, tetapi juga masyarakat di daerah yang memiliki tingkat perputaran ekonomi lebih lambat.

“Kalau untuk ekonomi memang semua harga melonjak naik. Tentunya kami juga merasakan dampaknya, termasuk di bidang pendidikan,” ucapnya, Jum’at, 22 Mei 2026.

Selain kenaikan harga kebutuhan pokok, Pandu juga menyoroti sulitnya memperoleh BBM jenis solar di sejumlah daerah. Kalaupun tersedia, harga jual dinilai jauh lebih tinggi dibanding kondisi normal.

Ia mengatakan kondisi tersebut turut memengaruhi kemampuan ekonomi keluarga, terutama orang tua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Ya tentunya kami juga, saya sendiri sebagai pegiat pendidikan akan berpengaruh ke pendidikan, khususnya ekonomi orang tua yang sulit untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, dan kemudian juga kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan yang lain. Jadi juga sangat berdampak,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat di wilayah pedalaman saat ini harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena sumber daya ekonomi daerah belum sepenuhnya mampu menopang kesejahteraan warga. Pandu berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah, termasuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan BBM agar masyarakat tidak semakin terbebani akibat dampak gejolak ekonomi global.

Baca juga: Kampung Caping Jadi Sorotan Pengembangan UMKM Kalbar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....