Mitigasi Bencana Jadi Prioritas Pemerintah Daerah Kalbar
- 22 Mei 2026 16:28 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – BPBD Provinsi Kalimantan Barat menegaskan pentingnya mitigasi bencana di tengah status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini berlaku di Kalbar. Di sisi lain, sejumlah daerah juga masih menghadapi ancaman banjir.
Koordinator Harian Pusdalops BPBD Provinsi Kalbar, Daniel mengatakan Kalbar merupakan wilayah yang rentan terhadap berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor, karhutla, puting beliung, gempa bumi, hingga gelombang pasang.
Menurutnya, mitigasi menjadi langkah utama untuk mengurangi potensi risiko bencana demi mewujudkan masyarakat Kalbar yang aman, tangguh, dan sejahtera.
“Berdasarkan data identifikasi bencana, terdapat lebih dari 400 desa dan kelurahan rawan banjir, puting beliung, dan tanah longsor di Kalbar. Sedangkan wilayah rawan karhutla mencapai sekitar 300 desa dan kelurahan,” katanya, Jum’at, 22 Mei 2026.
Daniel menjelaskan, strategi penanggulangan dilakukan melalui pendekatan teknis dan operasional. Strategi teknis melibatkan penguatan kebijakan dan regulasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten kota, termasuk integrasi dokumen Pengurangan Risiko Bencana (PRB), Rencana Tindak Pengurangan Risiko Bencana (RTPRB), RTRW, dan perencanaan pembangunan daerah.
Selain itu, BPBD juga mendorong peningkatan kapasitas dan literasi kebencanaan melalui edukasi dan pelatihan bagi relawan, masyarakat, sekolah, madrasah, hingga perguruan tinggi agar tercipta lingkungan pendidikan yang paham bencana.
Penguatan infrastruktur terpadu juga dilakukan melalui sistem peringatan dini dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendeteksi potensi bencana lebih cepat. Saat ini, peralatan deteksi dini telah dipasang di pusdalops BPBD Kalbar.
Dalam strategi operasional, BPBD telah menyiapkan peralatan penanggulangan bencana, personel, dan logistik sesuai jenis bencana. “Pemerintah daerah terdampak juga diminta segera menetapkan status bencana secara administratif, baik siaga, tanggap darurat, maupun pascabencana,” katanya.
Baca juga: BPHL Kalbar Ajak Masyarakat Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Penghijauan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....