BBPOM Pontianak Edukasi Pencegahan Stunting Melalui Ketahanan Pangan

  • 18 Mei 2026 16:59 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - BBPOM di Pontianak berkolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait pencegahan stunting melalui keamanan pangan dan pemenuhan gizi kepada kader Kader BKB, BKR, BKL, dan UPPKA Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan yang berlangsung di Aula Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat pada Senin, 18 Mei 2026 ini sebagai upaya peningkatan kesadaran keamanan pangan dan gizi keluarga dalam mencegah stunting pada anak.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BBPOM di Pontianak Hariani menjelaskan bahwa stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat memengaruhi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, menurut Hariani, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan pola makan bergizi seimbang sejak dini. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak dalam jangka pendek, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit kronis.

“Sebagai langkah pencegahan, BBPOM di Pontianak mengajak masyarakat untuk memperhatikan pemenuhan gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), memberikan ASI eksklusif, menyediakan makanan sehat dan bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat juga diimbau menerapkan lima kunci keamanan pangan, yakni menjaga kebersihan, memisahkan pangan matang dan mentah, memasak dengan benar, menjaga suhu pangan tetap aman, serta menggunakan bahan baku yang aman,” kata Hariani.

Selain itu, lanjut Hariani, masyarakat diminta lebih cermat membaca informasi nilai gizi pada pangan olahan dan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran kesehatan guna mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.

“Selain edukasi stunting, peserta juga diberikan pemahaman mengenai konsep GGL 4-1-5, yaitu anjuran konsumsi gula maksimal 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, dan lemak 5 sendok makan per hari. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan serta minuman sehari-hari,” jelas Hariani.

Kegiatan edukasi ini tambah Hariani, dilakukan secara interaktif melalui penyuluhan dan diskusi. Antusiasme kader terlihat dari pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan terkait keamanan pangan, pola gizi seimbang, pola asuh, dan pencegahan stunting pada anak.

“Melalui kegiatan ini, kami Badan POM berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya konsumsi pangan bergizi seimbang dan mampu menerapkan pola hidup sehat guna mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” tutup Hariani.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....