BPHL Kalbar Ajak Masyarakat Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Penghijauan

  • 14 Mei 2026 19:07 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah X Kalimantan Roni Saefullah Burhani mengatakan perubahan iklim merupakan perubahan suhu dan pola cuaca jangka panjang yang dipengaruhi aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil.

Menurut Roni, perubahan iklim sebenarnya juga dipengaruhi proses alami seperti aktivitas matahari dan letusan gunung berapi. Namun saat ini, panas matahari dirasakan semakin tinggi dibandingkan biasanya.

"Matahari berfungsi sebagai sumber energi yang menghangatkan bumi. Sebagian energi matahari diserap bumi dan sebagian lainnya dipantulkan kembali ke atmosfer sehingga menjaga suhu bumi tetap hangat," ujarnya, Kamis, 14 Mei 2026.

Roni menambahkan, lapisan atmosfer memiliki fungsi menjaga kestabilan suhu bumi. Kondisi ini turut dipengaruhi letak geografis Kalimantan Barat yang berada di garis khatulistiwa sehingga memiliki suhu relatif lebih panas dibanding wilayah lain.

Selain itu, efek gas rumah kaca juga berpengaruh terhadap peningkatan suhu bumi. Gas rumah kaca terdiri dari karbon dioksida, metana, dinitrogen oksida dan uap air yang dapat memerangkap panas matahari di atmosfer.

"Efek rumah kaca penting untuk menjaga bumi tetap layak dihuni. Namun jika berlebihan, dapat memicu perubahan iklim, kenaikan suhu global, mencairnya es di kutub, naiknya permukaan laut hingga cuaca ekstrem," jelasnya.

Untuk mengurangi dampak tersebut, Roni mengajak masyarakat melakukan mitigasi perubahan iklim melalui penghijauan dan penanaman pohon guna menekan produksi karbon dioksida di atmosfer.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Barat,Update: Jumat, 15 Mei 2026⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....