Food Festival dan Saprahan Khatulistiwa 2026, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
- 05 Mei 2026 19:05 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Saprahan Khatulistiwa
- Kalbar Food Festival
- Pertumbuhan Ekonomi
RRI.CO.ID, Pontianak - Event Kalbar Food Festival dan Saprahan Khatulistiwa 2026 yang digelar di halaman parkir Mega Mall Pontianak, mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk kalangan akademisi. Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura, Ibnu Aswat menilai agenda ini sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ajang budaya dan pariwisata, tetapi juga menjadi penggerak utama perekonomian lokal di Kalimantan Barat. Ia menjelaskan bahwa Kalbar Food Festival dan Saprahan Khatulistiwa 2016 memiliki efek berantai (multiplier effect) yang signifikan, terutama terhadap sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
"Dari sisi ekonomi, event ini seperti mampu meningkatkan perputaran uang di masyarakat dalam waktu relatif singkat," jelas Ibnu, Senin, 4 Mei 2026.
Ibnu melanjutkan, para pengusaha UMKM yang menjual makanan, minuman, kerajinan, hingga jasa pendukung merasakan lonjakan permintaan selama acara berlangsung. Bahkan, peningkatan jumlah pengunjung, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan, berdampak langsung pada kenaikan omzet para pelaku usaha.
Selanjutnya, konsep Saprahan sebagai budaya makan bersama khas Melayu Kalimantan Barat juga menjadi daya tarik tersendiri. Tradisi ini dinilai memiliki nilai budaya yang kuat dan berpotensi menarik minat wisatawan, khususnya mereka yang belum mengenal budaya lokal tersebut.
Ibnu juga menambahkan, dari perspektif UMKM, kegiatan ini memberikan sejumlah manfaat nyata. Selain menjadi sarana promosi gratis, event ini juga berfungsi sebagai ajang uji pasar bagi produk-produk baru. "Pelaku usaha dapat melihat langsung respons konsumen terhadap produk yang mereka tawarkan," katanya.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga membuka peluang jejaring bisnis, mempertemukan pelaku UMKM dengan calon mitra, reseller, hingga investor. Di sisi lain, literasi usaha masyarakat turut meningkat, karena pelaku UMKM semakin terbiasa memahami praktik bisnis secara langsung.
Ibnu menambahkan, bahwa Food Festival dan Saprahan Khatulistiwa 2026 bukan sekadar acara seremonial, melainkan instrumen kebijakan ekonomi berbasis budaya yang relevan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan pengembangan ekonomi kreatif di Kalimantan Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....