Pemprov Kalbar Dorong Operasional Penuh Pelabuhan Kijing

  • 05 Mei 2026 13:51 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menegaskan komitmennya agar Pelabuhan Kijing segera difungsikan penuh sebagai pelabuhan internasional.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) percepatan operasional penuh terminal Internasional Kijing Mempawah Kalimantan Barat dalam ekosistem logistik yang terintegrasi dan efisien.

Ia mengaku optimistis dengan pembahasan yang secara khusus menyoroti percepatan operasional pelabuhan strategis tersebut.

“Saya senang karena hari ini khusus diskusi mengenai operasional penuh Pelabuhan Kijing. Ini memang komitmen saya sejak dilantik agar pelabuhan ini segera difungsikan penuh,” ujarnya, Selasa, 5 Mei 2026.

Menurut Krisantus, beroperasinya Pelabuhan Kijing secara penuh akan memberikan dampak berantai (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, terutama dalam meningkatkan aktivitas ekspor komoditas unggulan Kalbar.

“Ekspor kita nantinya akan melalui Pelabuhan Internasional Kijing, sehingga Dana Bagi Hasil tidak keluar daerah dan berdampak langsung pada pendapatan asli daerah,” jelasnya.

Selain itu, Kabupaten Mempawah sebagai lokasi pelabuhan dinilai akan memperoleh peluang ekonomi baru, mulai dari sektor jasa hingga usaha pendukung lainnya.

Ia mencontohkan kebutuhan air bersih untuk kapal yang bersandar dapat menjadi peluang bisnis bagi daerah. “Satu kapal bisa membutuhkan hingga ratusan ton air. Ini peluang jika dikelola dengan baik oleh daerah,” katanya.

Tak hanya itu, sektor lain seperti pengelolaan limbah, usaha kuliner, hingga penyediaan hunian juga diprediksi akan tumbuh seiring aktivitas pelabuhan.

Krisantus juga mengimbau investor untuk memanfaatkan Pelabuhan Kijing sebagai pintu utama ekspor di Kalbar. “Ke depan tidak ada pintu ekspor lain selain Pelabuhan Internasional Kijing,” tegasnya.

Dari sisi infrastruktur, ia menyebut pemerintah pusat telah berkomitmen membangun jalan tol untuk mendukung konektivitas menuju pelabuhan. Selain itu, opsi pembukaan jalan baru juga disiapkan sebagai alternatif.

“Kalau tidak jalan tol, bisa dibuka jalan baru agar daerah yang belum terakses bisa ikut berkembang secara ekonomi,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....