Kerajinan Kerang Lemukutan Jadi Daya Tarik Wisatawan

  • 30 Apr 2026 20:22 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Bengkayang — Kerajinan aksesoris berbahan kerang di Desa Pulau Lemukutan, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.

Rizal, salah seorang pengerajin sekaligus penjual aksesoris kerang, mengatakan peluang usaha kerajinan ini cukup besar seiring meningkatnya kunjungan wisatawan. Produk yang dibuatnya diarahkan sebagai oleh-oleh khas daerah.

“Peluangnya sangat besar, kita bikin khasnya untuk oleh-oleh wisatawan,” ujar Rizal, Kamis 30 April 2026.

Ia mengaku telah menjalankan usaha tersebut selama sekitar tiga tahun. Sebelum itu, kerajinan serupa belum banyak ditemukan di kawasan Lemukutan. Menurutnya, usaha ini digeluti untuk menghadirkan ciri khas lokal yang dapat dikenang wisatawan setelah berkunjung. “Biar ada ciri khasnya untuk oleh-oleh,” katanya.

Dalam proses produksi, Rizal menyebut sebagian produk dibuat sendiri, sementara lainnya merupakan hasil pesanan atau titipan dari perajin lain. Waktu pembuatan pun bervariasi, bahkan bisa mencapai tiga hari untuk satu produk.

“Kendalanya biasanya di bahan, dan prosesnya juga agak lama, bisa sampai tiga hari,” ungkapnya.

Harga produk yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp100.000, tergantung jenis dan tingkat kesulitan pembuatan. Adapun produk yang paling diminati wisatawan adalah gantungan kunci dan gelang berbahan kerang. “Yang paling dicari itu gantungan kunci sama gelang,” jelas Rizal.

Ia menambahkan, gantungan kunci sederhana seperti bentuk kura-kura dijual mulai Rp10.000, sementara gelang dan variasi gantungan lainnya sekitar Rp15.000. Untuk produk tertentu seperti aksesoris gantungan lampu, harga bisa mencapai Rp100.000.

Selama tiga tahun berjalan, usaha yang dijalankannya mengalami pasang surut, mengikuti jumlah kunjungan wisatawan ke Lemukutan. “Namanya usaha, ada pasang surut,” ujarnya. Selain aksesoris kerang, Rizal juga menjual kebutuhan lain bagi wisatawan seperti pakaian. Namun, pendapatan usaha tidak menentu karena bergantung pada tingkat keramaian pengunjung.

Ia menyebut kunjungan wisatawan biasanya meningkat saat akhir pekan dan hari libur, sementara hari biasa cenderung sepi. Rizal berharap ke depan pariwisata di Lemukutan semakin berkembang sehingga produknya dapat dikenal lebih luas.

“Semoga makin maju Lemukutan ini, jadi dikenal banyak orang,” harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....