Temui Massa Aksi, Norsan Jelaskan Kasus Air Upas
- 28 Apr 2026 15:06 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan temui massa aksi yang datang menuntut kejelasan kasus teror pembakaran di kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang. Norsan menjelaskan bahwa kasus tersebut masalah persaingan usaha di masyarakat.
"Masalah Air Upas ini, yang pertama adalah masalah keributan di masyarakat. Masalah persaingan usaha. Dunia usaha dan di sini juga ada kecemburuan sosial," ucap Norsan saat menemui massa aksi di halaman Kantor Gubernur Kalbar pada Senin, 27 April 2026.
Norsan juga menjelaskan bahwa selama ini dirinya tak tinggal diam dan selalu melakukan komunikasi dengan Bupati Ketapang. "Bukan saya diam selama satu tahun ini. Saya orangnya tidak mau apa yang saya lakukan untuk kebaikan masyarakat saya ekspose di media. Saya tidak mau jadi 'gubernur konten'. Saya udah lama mengikuti masalah ini dan selalu berkomunikasi dengan Pak Bupati Ketapang," katanya, menegaskan.
Menurutnya, teror yang disebut belum lama terjadi karena setahun sebelumnya yang dibakar adalah gudang tempat penampungan buah sawit curian, bukan pondok dan rumah warga. Norsan juga menyebut harus berhati-hati dalam menyelesaikan masalah yang cenderung mengarah ke adu domba.
"Yang pertama kali dibakar itu gudang tempat penampung pencurian sawit. Semenjak gudang itu dibakar, pencurian sawit menurun. Nah ini tentulah dari pihak pengusaha yang mengerahkan itu, pembakaran itu. Jadi, kita menanganinya itu, harus hati-hati karena ini melibatkan perusahaan yang menggerakkan orang lain. Nah, yang digerakkan ini masyarakat kita sama masyarakat kita juga. Di sini ada adu domba. Makanya kita harus berhati-hati untuk menyelesaikan masalah ini," katanya, memaparkan.
Seperti diketahui, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Federasi Organisasi Mahasiswa Daerah (Fomda) Kalimantan Barat (Kalbar) dan Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanah Rakyat (Solmadapar) Kalbar menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Senin 27 April 2026.
Aksi tersebut direspons langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, Wakil Gubernur Krisantus, serta Sekretaris Daerah Harisson yang hadir menemui massa aksi. Dalam unjuk rasa itu, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni penanganan dugaan teror di Air Upas Kabupaten Ketapang, perbaikan infrastruktur, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kalimantan Barat.
Baca juga: Pemkab dan Polres Ketapang Bersinergi Tangani Teror di Air Upas
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....