BPBD Kalbar Sarankan Tendon Air Antisipasi Minim Air saat Pemadaman Karhutla

  • 27 Apr 2026 21:38 WIB
  •  Pontianak

RRI. CO. ID, Pontianak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengantisipasi keterbatasan sumber air saat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang sulit dijangkau. Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan setiap BPBD kabupaten dan kota saat ini memiliki satu hingga dua tendon air sebagai cadangan untuk mendukung operasi pemadaman.

“Tendon air ini digunakan untuk menampung air yang diangkut menggunakan sepeda motor atau mobil, kemudian disimpan di lokasi pemadaman yang sulit air,” ujarnya di Pontianak, Senin, 27 April 2026.

Namun, ia mengakui jumlah tersebut masih belum mencukupi. Bahkan di tingkat provinsi, BPBD Kalbar baru memiliki sekitar dua unit tendon air.

Menurut Daniel, secara ideal setiap titik api seharusnya dilengkapi satu tendon air. Setidaknya, setiap kabupaten membutuhkan sekitar sepuluh tendon agar distribusi air saat pemadaman lebih optimal.

Selain keterbatasan sarana, BPBD juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan, khususnya kelompok masyarakat peduli bencana.

Mereka dibekali keterampilan penggunaan peralatan pemadaman, termasuk teknik khusus menangani kebakaran di lahan gambut yang memiliki karakteristik berbeda dengan lahan mineral.

Daniel menjelaskan, api di lahan gambut dapat berada di kedalaman satu hingga lebih dari sepuluh meter, sehingga pemadaman harus dilakukan secara vertikal ke dalam tanah.

Selain itu, petugas juga harus memiliki kemampuan membaca arah angin serta menentukan posisi kepala dan ekor api agar proses pemadaman dapat berjalan efektif dan aman.

Baca juga: Anggaran Karhutla Dipastikan Aman meski Efisiensi Nasional

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....