Perjuangan Perempuan Masa Kini Tantangan di Era Digital

  • 27 Apr 2026 16:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Isu penguatan hukum bagi perempuan atau legal empowerment menjadi sorotan dalam program dialog Ruang Obrolan Pro 2 (RONDA) bersama Putri Wulandari dan Febbyana Angraini (Rain) dari Borneo Legal Club. Dalam dialog tersebut, keduanya menyoroti pentingnya kesadaran hukum sebagai kelanjutan dari semangat emansipasi perempuan di era modern.

Rain menjelaskan bahwa emansipasi perempuan saat ini sebenarnya telah mengalami perkembangan. Namun, masih terdapat berbagai hambatan yang dihadapi, terutama dalam hal perlindungan dan pemenuhan hak perempuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Menurutnya, perempuan perlu memahami hak-haknya, termasuk langkah yang harus diambil ketika mengalami kekerasan. Hal ini penting agar perempuan mampu melindungi diri serta mendapatkan perlindungan hukum yang layak.

Putri juga menyoroti kondisi ruang aman bagi perempuan yang dinilai masih terbatas, termasuk di ruang digital. Ia mengingatkan pentingnya etika dalam bermedia sosial untuk mencegah terjadinya kekerasan berbasis elektronik.

“Gunakanlah etika media sosialmu dengan baik, karena dalam UU ITE, pelanggaran kekerasan seksual berbasis media sosial dapat dikenakan hukuman hingga empat tahun penjara,” ujarnya.

Sementara itu, Rain menambahkan bahwa saat ini perempuan masih terus berjuang dalam memperoleh penempatan hak yang setara. Ia mengungkapkan bahwa banyak perempuan masih kesulitan menemukan ruang aman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, salah satu bentuk kecerdasan perempuan modern adalah melek hukum. Dengan memahami hukum, perempuan dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam memperjuangkan haknya di tengah masyarakat.

Selain itu, Rain juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keluarga sebagai madrasatul 'ula atau pendidikan pertama bagi anak. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa karier merupakan pilihan bagi perempuan yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan tujuan masing-masing individu.

Menutup perbincangan, keduanya mengajak perempuan untuk berani memperjuangkan hak dan tidak takut mengambil sikap. “Jangan menunggu hebat untuk berani, tapi beranilah untuk menjadi hebat,” ujar Putri.

Rain pun menambahkan bahwa perjuangan perempuan masih panjang dan membutuhkan kesadaran hukum, kemandirian, serta keberanian untuk menghadapi tantangan di masa depan.


Baca juga: Perempuan dalam Moderasi Beragama, Peran Besar yang Sering Terlupakan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....