DPRD Kalbar Dukung Percepatan Pembangunan RKPD 2027
- 21 Apr 2026 19:13 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Zulfydar Zaidar Mochtar, menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan yang dipaparkan Pemerintah Provinsi dalam Musrenbang RKPD 2027. Menurutnya, perencanaan tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah, khususnya di sektor perekonomian dan optimalisasi Dana Bagi Hasil (DBH).
Zulfydar menilai, kebutuhan terhadap DBH sangat krusial untuk menunjang pembangunan di Kalbar. Namun, ia juga menyoroti potensi dampak sosial dari sejumlah proyek, seperti pembangunan pelabuhan internasional yang dinilai belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pendukung, terutama akses jalan.
“Kalau fasilitas tidak memadai, misalnya jalan yang menyebabkan kemacetan, ini justru bisa menjadi beban baru dan masalah tersendiri. Ini yang tidak kita harapkan dalam pembangunan,” ujarnya di Pontianak, Selasa, 21 April 2026.
Ia menegaskan, DPRD akan terus mendorong dan mendukung program pemerintah, sekaligus mencari solusi alternatif agar pembangunan berjalan sesuai harapan dalam perencanaan tahun 2027. Terkait ribuan usulan yang muncul dalam Musrenbang, Zulfydar menilai seluruh aspirasi masyarakat penting, tapi tetap harus melalui skala prioritas. Ia menekankan pentingnya akurasi dalam menentukan program yang paling mendesak untuk direalisasikan.
“Semua boleh mengusulkan, tetapi yang utama adalah prioritas. Informasi dari masyarakat sangat membantu pemerintah dan dewan dalam melihat persoalan secara lebih detail,” katanya.
Ia juga mencontohkan respons cepat pemerintah terhadap persoalan di daerah seperti Sintang sebagai bentuk sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan. Selain itu, Zulfidar turut mengapresiasi program Desa Sakti yang diluncurkan pemerintah sebagai solusi mencegah anak putus sekolah. Menurutnya, program tersebut sangat strategis dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui sektor pendidikan.
“Ini solusi terbaik agar anak-anak tetap bisa sekolah, meskipun terkendala ekonomi. Dengan pendekatan fleksibel seperti pembelajaran daring atau kunjungan langsung, peluang anak untuk melanjutkan pendidikan tetap terbuka,” katanya, menjelaskan.
Ia berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan pelatihan keterampilan, seperti melalui Balai Latihan Kerja, sehingga lulusan tidak hanya memiliki pendidikan formal, tetapi juga kompetensi kerja. Zulfydar menambahkan, kemudahan akses pendidikan dan pelatihan akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalbar serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Ria Norsan Buka Musrenbang RKPD 2027 Fokuskan Daya Saing Kalbar
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....