Dinas Kesehatan Kalbar Tingkatkan Capaian Imunisasi
- 20 Apr 2026 13:54 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menginisiasi kegiatan peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2026 lewat pertemuan bertajuk Peran Strategis Pemerintah Daerah dan Stakeholder dalam Memperkuat Program Imunisasi Rutin, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Jumat 17 April 2026. Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah perwakilan dari Pemerintah Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Kubu Raya, sebagai 3 daerah pilot project di wilayah Kalbar.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai mitra strategis, diantaranya Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, CDC Indonesia, hingga organisasi profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia. Kehadiran lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi untuk meningkatkan capaian imunisasi di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Erna Yulianti menegaskan imunisasi hingga saat ini masih menjadi upaya preventif paling efektif dan efisien dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat sepanjang usia. Keberhasilan program imunisasi diukur melalui tingginya cakupan imunisasi dasar lengkap, ketersediaan logistik yang tepat waktu hingga ke fasilitas pelayanan kesehatan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.
"Kita (Kalimantan Barat) masih menghadapi tantangan serius. Pada tahun 2025, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) baru mencapai 55,9 persen, jauh di bawah target nasional sebesar 80 persen. Sementara itu, cakupan Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) tercatat 42,7 persen, juga belum memenuhi target nasional sebesar 70 persen," ujarnya.
Belum tercapainya cakupan imunisasi dari target nasional, sambungnya, berpotensi meningkatkan kerentanan anak terhadap berbagai penyakit, yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi. Kondisi ini turut meningkatkan risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti campak yang mulai dilaporkan di sejumlah wilayah, serta ancaman penyakit lain seperti difteri, pertusis, dan polio.
"Sebagai upaya percepatan, kegiatan ini saya harap bisa menjadi momentum pelaksanaan imunisasi kejar di 670 posyandu yang tersebar di Kota Pontianak, Kota Singkawang, dan Kabupaten Kubu Raya," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....