Seminar Energi Terbarukan Bahas Target NZE dan Sawit
- 19 Apr 2026 19:48 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak — Ratusan peserta menghadiri Seminar Nasional Energi Terbarukan yang digelar di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini membahas berbagai isu terkait transisi energi, mulai dari target Net Zero Emission (NZE) 2060 hingga potensi energi terbarukan berbasis kelapa sawit di daerah.
Seminar tersebut merupakan kolaborasi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat bersama Dewan Energi Nasional. Forum ini menghadirkan akademisi, pemerintah, serta praktisi energi untuk membahas peluang dan tantangan pengembangan energi bersih.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, diwakili Kepala Bidang PAPKIS, H. Nahruji turut menghadiri kegiatan tersebut dan mengikuti seluruh rangkaian diskusi.
Nahruji menilai seminar tersebut penting untuk memperluas pemahaman lintas sektor mengenai pengembangan energi terbarukan di Indonesia, termasuk di daerah. “Forum seperti ini sangat penting untuk memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Nahruji.
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan seminar. Ia menilai diskusi lintas sektor dapat mempercepat pemahaman serta implementasi energi bersih di daerah.
Dalam seminar tersebut, Dr. M. Khalid Syeirazi, M.Si., memaparkan arah kebijakan strategis nasional terkait transisi energi, termasuk perkembangan terbaru target Net Zero Emission (NZE) 2060.
“Konsistensi kebijakan dan dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan agar target Net Zero Emission 2060 tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dapat diwujudkan,” ujar Khalid.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Dwi Astiani, M.Sc., mengangkat potensi kelapa sawit sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT) yang dapat dikembangkan di Kalimantan Barat.
“Kelapa sawit memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan lokal, tentu dengan pengelolaan yang memperhatikan prinsip keberlanjutan,” kata Dwi Astiani.
Narasumber lainnya, Dr. Alfeus Sunarto, menyoroti pentingnya pengembangan teknologi jaringan listrik pintar atau smart grid dalam mendukung integrasi energi terbarukan ke dalam sistem energi nasional.
“Pengembangan smart grid menjadi salah satu kunci agar energi terbarukan dapat terintegrasi secara optimal dalam sistem kelistrikan nasional,” ujar Alfeus.
Sepanjang kegiatan, seminar berlangsung dinamis dengan sesi diskusi yang melibatkan para peserta. Forum ini diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus mendorong langkah konkret menuju kemandirian energi yang lebih bersih dan berkelanjutan di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....