Ribuan Nasabah BMT BUS Mandor Terancam, Dana Rp8,5 Miliar Dipertanyakan
- 17 Apr 2026 21:12 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Landak – Persoalan simpanan nasabah di Koperasi Simpan Pinjam Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Bina Ummat Sejahtera (BUS) Cabang Mandor, Kabupaten Landak, memicu keresahan. Sekitar 3.000 nasabah dengan total dana mencapai Rp8,5 miliar kini mempertanyakan kejelasan pengelolaan dan pengembalian simpanan mereka.
Hal ini mengemuka dalam mediasi yang digelar di Kantor Camat Mandor, Jumat 17 April 2026, yang dihadiri sekitar 150 perwakilan nasabah. Dalam forum tersebut, nasabah secara terbuka menyampaikan kekecewaan dan menuntut transparansi dari pihak pengelola koperasi.
Perwakilan nasabah, seperti Deni, Endi Hakamaju, hingga Rajiman, meminta kejelasan terkait posisi dana, data tabungan, serta kepastian pengembalian simpanan. Mereka juga mendesak adanya langkah konkret, termasuk surat pernyataan tanggung jawab dari pengurus.
Pihak manajemen BMT BUS Kalbar melalui Manajer Ahmad Agus Setiawan menjelaskan, dana yang dihimpun dari cabang Mandor selama ini telah disalurkan ke kantor pusat untuk kebutuhan operasional dan pengembangan usaha. Ia juga mengakui bahwa kondisi kas di cabang saat ini tidak tersedia dalam bentuk tunai.
Sementara itu, perwakilan BMT BUS Mandor, Mashudi, mengungkapkan bahwa selain disalurkan ke pusat, sebagian dana juga digunakan untuk pembiayaan pinjaman kepada nasabah, dengan sejumlah di antaranya mengalami keterlambatan pengembalian.
Menanggapi tuntutan nasabah, pihak manajemen menyatakan kesediaan bertanggung jawab. Dalam surat pernyataan yang dibacakan saat mediasi, pengelola berkomitmen melakukan pendataan ulang nasabah, mengembalikan buku tabungan yang tertahan, serta menjual aset koperasi guna mengembalikan dana secara bertahap.
Selain itu, manajemen juga berjanji akan menghadirkan pengurus pusat untuk turut menyelesaikan persoalan ini dalam waktu dekat. Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi yang turut hadir dalam mediasi menegaskan bahwa kehadiran kepolisian bertujuan mengawal proses penyelesaian agar berjalan aman dan kondusif.
"Polsek Mandor bersama unsur terkait berkomitmen mengawal jalannya mediasi ini agar tetap kondusif. Kami mengimbau seluruh pihak, khususnya para nasabah, untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Permasalahan ini sedang kita fasilitasi untuk dicari solusi terbaik secara musyawarah," ujarnya.
Meski suasana mediasi sempat memanas, aparat kepolisian bersama pemerintah kecamatan terus melakukan pendampingan agar proses dialog tetap terkendali. Polisi juga berharap penyelesaian dapat dilakukan secara musyawarah tanpa menimbulkan gangguan keamanan di tengah masyarakat.
Hingga kini, para nasabah masih menunggu realisasi dari komitmen pihak koperasi. Besarnya jumlah dana yang dipertanyakan serta banyaknya nasabah yang terdampak menjadikan persoalan ini perhatian serius masyarakat di Kecamatan Mandor.
Baca juga: Gubernur Kalbar Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Helikopter PK-CFX
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....