Calon Lokasi Intervensi GCF Kubu Raya Dukung Mitigasi Adaptasi Berbasis Lahan

  • 13 Apr 2026 20:57 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Pendanaan Green Climate Fund (GCF) untuk mitigasi perubahan iklim di Kabupaten Kubu Raya terus dimatangkan menjelang pelaksanaan kick off tahun ini. Salah satu fokus utama yakni penetapan desa sasaran penerima manfaat program.

Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kubu Raya, Ya’ Suharnoto mengatakan, Kubu Raya menjadi satu dari lima kabupaten yang menerima manfaat pembiayaan GCF. Dari usulan awal, terdapat 15 desa yang diproyeksikan menjadi lokasi intervensi program tersebut.

Menurutnya, kegiatan dalam program GCF tidak hanya berfokus pada rehabilitasi hutan dan lahan, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat dalam aspek sosial dan ekonomi.

"Karakteristik wilayah Kubu Raya yang memiliki ekosistem mangrove dan lahan gambut menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program, terutama dalam upaya pengendalian perubahan iklim serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan," ujarnya, Senin, 13 April 2026.

Lebih lanjut, program ini juga diselaraskan dengan berbagai target nasional seperti FOLU Net Sink 2030, perhutanan sosial, program kampung iklim, hingga pengembangan komoditas kehutanan berbasis masyarakat.

"Namun demikian, penentuan desa sasaran masih dalam tahap penyaringan ulang guna menghindari tumpang tindih atau double counting dengan program pendanaan hijau lainnya yang masuk ke wilayah Kubu Raya," imbuhnya.

Sejumlah desa yang sebelumnya diusulkan diantaranya Batu Ampar, Tanjung Beringin, Betuah, Kubu, Teluk Bakung, Tanjung Harapan, Permata, Retok, Nipah Panjang, Kali Badung, Ambawang Kuala, Sepuk Laut, Ambarawa, Muara Tiga dan Kampung Baru kini kembali dikaji agar program tepat sasaran.

KPH Wilayah Kubu Raya juga mengusulkan beberapa desa yang cukup potensial untuk dikaji diantaranya Kuala Mandor B, Pasak Piang, Sungai Asam, Permata Jaya, Teluk Pakedai Hulu, Teluk Pakedai Satu, Selat Remis, Kuala Karang, Pulau Limbung, Mengkalang Jambu dan Sungai Nibung.

"15 desa calon lokasi intervensi tersebut diharapkan dapat menjadi role model dalam implementasi program mitigasi perubahan iklim berbasis masyarakat di Kalimantan Barat," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....