Kubu Raya Usulkan Tiga Kecamatan Sebagai Daerah Cetak Sawah Baru

  • 12 Apr 2026 15:12 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat telah mengusulkan tiga kecamatan sebagai daerah cetak sawah baru ke pemerintah pusat. Pengusulan wilayah cetak sawah baru ini bertujuan untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif dalam meningkatkan hasil pertanian para petani di daerah itu.

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, adapun tiga kecamatan yang telah diusulkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kubu Raya ke pemerintah pusat sebagai daerah cetak sawah baru yaitu Sungai Kakap, Sungai Ambawang dan Terentang.

"Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan lebih fokus lagi terhadap area-area yang memiliki potensi dan produktif dalam meningkatkan hasil pertanian. Untuk itu saya minta kepada DKPP Kubu Raya melakukan validasi daerah mana yang berpotensi dijadikan daerah cetak sawah baru yang ada di sembilan kecamatan," kata Bupati Sujiwo di Balai benih Kabupaten Kubu Raya jalan Arteri Supadio, Minggu, 12 April 2026.

Sujiwo menuturkan, potensi lahan-lahan produktif ini kedepannya, bisa menjadi komoditi holtikultura seperti jagung, sayur mayur dan lain sebagainya. Tugas pertama yang dilakukan DKPP Kubu Raya yaitu bagaimana membangkitkan kembali masyarakat-masyarakat petani, kelompok tani (poktan), dan gabungan kelompok tani (gapoktan).

"Ketika sudah teridentifikasi poktan, gapoktan dan masyarakat petani yang masih eksis maka, kedepannya pemerintah harus hadir melalui kebijakan anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan," ucap Sujiwo.

Sementara itu Kepala DKPP Kubu Raya Agus Siswandi menjelaskan, pengusulan wilayah cetak sawah baru sebagian upaya meningkatkan luas lahan pertanian. Pengusulan cetak sawah baru ini juga sudah masuk dalam program lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang sudah ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup).

"Kemudian kami juga akan menjalankan program dari pemerintah pusat yaitu optimalisasi lahan (oplah) pertanian. Dalam hal ini, DKPP Kubu Raya akan melihat lahan pertanian mana yang sudah terbangun, namun tidak produktif, maka akan kami masukan ke dalam program oplah pertanian. Ketika program cetak sawah baru dan oplah sudah disetujui dan masuk ke pemerintah pusat, maka para petani yang menggarap lahan pertanian ini akan mendapatkan bantuan dari pusat berupa anggaran sebesar Rp900.000 perhektare sawah," ujar Agus.

Agus menuturkan, selain mendapatkan anggaran, para petani yang menggarap lahan pertanian baru ini juga akan mendapatkan benih, pupuk, alsintan dan mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) di setiap cetak sawah dan oplah pertanian.

"Ketika di daerah itu sudah dijadikan oplah pertanian maka kewajiban kami di DKPP Kubu Raya harus membentuk brigade pangan. Diharapkan dengan terbentuknya brigade pangan ini nantinya dapat merangkul petani-petani milenial untuk menggarap lahan pertanian baru dan oplah pertanian," tutur Agus.

Agus menjelaskan, untuk program cetak sawah dan oplah ini, DKPP Kubu Raya sudah mengunjungi Desa Tanjung Saleh, Kecamatan Sungai Kakap yang memiliki luas pertanian 1.129 hektare. Jadi, syarat cetak sawah dan oplah pertanian ini, selain lahannya tersedia dan harus ada calon petaninya.

"Kami tidak mau, ketika lahan sawahnya sudah dicetak dan lahannya sudah dioptimalisasikan, namun tidak ada petaninya, hal ini menyebabkan bantuan pertanian dari pemerintah pusat akan terbengkalai. Kami inginkan bantuan pertanian di Kabupaten Kubu Raya dari pemerintah pusat itu bisa berkelanjutan," ujar Agus, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....