Pentingnya Membangun Karakter Anak sejak Dini

  • 09 Apr 2026 13:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Peran ibu dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi sangat penting dalam membentuk karakter dan perkembangan anak sejak dini. Pada fase ini, anak berada dalam masa yang sangat rentan sekaligus krusial karena menjadi fondasi bagi kehidupan mereka di masa depan. Oleh karena itu, pola asuh dan stimulasi yang tepat perlu diberikan sejak awal.

“Untuk anak-anak pada usia dini ini kita sangat rentan ya, karena di usia dini ini anak-anak harus kita bentuk baik karakternya, sosial-emosionalnya, kognitifnya, karena itu berpengaruh sama perkembangan mereka nanti di usia lanjut,” ujar Yuliastuti, Kader PPSW sekaligus Tutor PAUD.

Ia menjelaskan bahwa pada usia dini, pembentukan karakter menjadi kunci agar anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan tangguh. Selain itu, perkembangan fisik motorik halus dan kasar juga mulai terlihat, terutama pada usia 2–3 tahun. Pada fase ini, aspek sosial-emosional perlu diperkuat agar anak mampu beradaptasi dengan lingkungan, belajar berbagi, dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Perkembangan fisik motorik juga penting untuk dipantau guna memastikan anak tumbuh sesuai tahapannya. Di sisi lain, orang tua juga perlu mulai mengenali minat dan kecenderungan anak sejak dini. Hal ini penting karena anak tidak bisa dipaksa mengikuti kehendak orang tua, melainkan perlu diarahkan sesuai potensi yang dimilikinya. Dalam proses belajar, Yuliastuti menekankan bahwa anak usia PAUD tidak harus belajar secara formal, melainkan melalui aktivitas bermain.

“Sebenarnya bermain itu bisa sambil belajar, misalnya seperti main puzzle, nyusun balok, terus bisa juga sambil mengenalkan kognitif anak. dimana anak-anak bisa bermain sambil menentukan jumlahnya, mana yang besar dan kecil, warnanya apa, jadi kita tidak harus belajar yang terlalu berat tapi melalui permainan itu anak-anak sudah bisa mengetahui dan bisa membedakan bentuk, jumlah, dan warna buat mereka," ungkapnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan cara penanganan anak yang mengalami tantrum. Biasanya untuk anak-anak tantrum itu mereka kalau mau sesuatu itu harus dituruti, kalau tidak ya gimana gitu ya. jadi biasanya kita biarin aja dulu. udah mereka reda, udah capek, baru kita rangkul, kita ajak bicara maunya apa. karena mereka ini kan biasanya melakukan hal yang tidak diperbolehkan. selesai mereka tenang baru kita kasih tau bahwa barang ini ndak boleh.

Menurutnya, anak-anak sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua. Setelah anak tenang, penting bagi orang tua untuk memberikan pelukan dan pendekatan emosional agar anak merasa aman dan lebih mudah memahami kesalahan yang telah dilakukan. Yuliastuti juga menegaskan pentingnya sinergi antara orang tua, khususnya ibu, dengan pihak PAUD. Kerja sama ini diperlukan agar pola asuh yang diterapkan sejalan dan tidak membingungkan anak.

Orang tua diharapkan terus menjalin komunikasi dengan anak, memantau tumbuh kembangnya, serta meluangkan waktu untuk memahami kondisi emosional anak. Dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, anak tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga berkembang secara emosional dan sosial. Hal ini menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....