KPH Kubu Raya Siap Kolaborasi Wujudkan Target FOLU Net Sink
- 03 Apr 2026 14:42 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah Kubu Raya terus melakukan langkah strategis dalam mendukung dan mewujudkan target FOLU Net Sink 2030 melalui kolaborasi multipihak serta implementasi pengelolaan hutan berkelanjutan.
Kepala UPT KPH wilayah Kubu Raya, Ya’ Suharnoto mengatakan target FOLU Net Sink 2030 telah tertuang dalam rencana pengelolaan hutan jangka panjang KPH Kubu Raya dan saat ini sudah masuk tahap implementasi di lapangan.
“Dalam mencapai target tersebut KPH tidak bekerja sendiri, melainkan melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat yang tergabung dalam kelompok perhutanan sosial serta perusahaan yang memiliki perizinan berusaha pemanfaatan hutan yang beroperasi di wilayah Kubu Raya,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.
Menurutnya, implementasi program tidak hanya sebatas rencana kerja operasional, tetapi sudah berjalan dengan target luasan yang jelas setiap tahun sehingga capaian cadangan karbon (carbon stock) dan emisi yang dihasilkan dapat diukur secara nyata dari tahun ke tahun. Sasaran yang harus dicapai emisi GRK yang diserap sama atau lebih besar dari emisi yang dilepaskan.
Selain itu, perusahaan yang memiliki perizinan berusaha pemanfaatan hutan yang beroperasi terutama di kawasan gambut juga diwajibkan menerapkan pengelolaan ekosistem gambut melalui sistem pengaturan tata air dan perlindungan fungsi ekosistem gambut guna mencegah degradasi hutan dan kerusakan lahan gambut.
“KPH Kubu Raya juga terus mendorong kolaborasi dengan perusahaan dan sektor usaha lainnya agar pengelolaan kawasan di wilayah kubu raya memperhatikan landscape dan seascape,” imbuhnya.
Ke depan, target FOLU Net Sink 2030 diharapkan menjadi baseline dalam penguatan tata kelola hutan di wilayah Kubu Raya sekaligus menekan degradasi hutan, dekomposisi gambut serta menjaga tinggi muka air tanah di kawasan gambut.
Selain itu untuk memperkuat pengelolaan kawasan, KPH Kubu Raya juga mendorong usulan cagar biosfer yang meliputi zona inti sebagai kawasan konservasi, zona penyangga sebagai kawasan pelindung zona inti dan zona transisi yang diperuntukkan bagi kawasan pembangunan berkelanjutan. Konsep besar kami bagaimana kawasan hutan yang berada pada pulau-pulau kecil dapat dilakukan pengelolaan secara kolaboratif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....