Desak Solusi, Pengamat Usulkan Duplikasi Kapuas 2
- 02 Apr 2026 10:05 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Pengamat transportasi menilai kemacetan kronis di Jembatan Kapuas 2 Pontianak perlu solusi cepat pembangunan duplikasi dan jalan paralel. Pengamat transportasi intermoda Kalimantan Barat, Pangeran Wiranata Kusuma Syarif Usmulyani Alkadrie, menegaskan bahwa persoalan kemacetan di Jembatan Kapuas 2 sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan segera.
Ia menyebut, kepadatan lalu lintas yang terjadi setiap hari di kawasan Tol Kapuas 2 tidak hanya terpusat di jembatan, tetapi juga meluas hingga ke jalur Imam Bonjol dan wilayah sekitarnya. Kondisi ini dinilai telah berdampak luas terhadap mobilitas masyarakat.
“Kemacetan ini sudah kronis dan terjadi setiap hari. Dampaknya bukan hanya di sekitar jembatan, tapi sampai ke jalur Imam Bonjol dan sekitarnya,” ujarnya di Pontianak, Rabu, 1 April 2026.
Menurutnya, kemacetan berkepanjangan menguras energi warga, baik dari sisi waktu tempuh yang semakin lama maupun pemborosan bahan bakar akibat kendaraan yang terjebak antrean panjang.
| Baca juga: Macet Kapuas 2, Pengusaha Desak Solusi Cepat |
“Waktu masyarakat banyak terbuang di jalan, belum lagi konsumsi BBM yang meningkat akibat kendaraan harus berhenti dan berjalan perlahan,” tambahnya.
Selain itu, Jembatan Kapuas 2 menjadi lintasan utama kendaraan berat seperti truk, bus, hingga tronton. Tingginya intensitas kendaraan besar tersebut tidak hanya memperparah kemacetan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan lainnya.

“Arus kendaraan berat sangat tinggi di jalur ini, sehingga selain macet, tingkat risiko kecelakaan juga meningkat dan membahayakan pengguna jalan lain,” jelasnya.
Ia pun mendorong adanya komunikasi intensif dan langkah solutif antara pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, hingga pemerintah pusat. Termasuk, peran DPRD di setiap tingkatan untuk bersama-sama mencari solusi konkret.
“Perlu duduk bersama antara pemerintah daerah, provinsi, pusat hingga DPRD untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan sharing anggaran maupun dukungan APBN,” tegasnya.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas 2 serta jalan paralel yang menghubungkan kawasan tersebut hingga Tugu Alianyang guna mengurai kepadatan lalu lintas. Selain infrastruktur jalan, ia juga mengusulkan pembangunan kawasan pergudangan sebagai hub distribusi barang untuk mengurangi beban kendaraan besar yang masuk ke Kota Pontianak.
“Kita perlu siapkan hub logistik di wilayah penyangga seperti Kubu Raya atau Mempawah, sehingga distribusi barang bisa dialihkan ke kendaraan yang lebih kecil sebelum masuk kota,” katanya.
Di akhir pernyataannya, ia kembali menegaskan bahwa pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas 2 dan jalan paralel pendukungnya merupakan langkah mendesak yang harus segera direalisasikan.
“Ini harus segera dilaksanakan, karena jika dibiarkan, kemacetan akan semakin parah dan berdampak luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya Pemerhati sosial kemasyarakatan Pontianak, Andreas Acui Simanjaya, menilai kondisi ini membutuhkan solusi konkret dan jangka panjang dari pemerintah. Ia mendorong segera dilakukan pembangunan duplikasi Jembatan Tol Kapuas II serta pembangunan jembatan baru dari arah Sei Rengas menuju Jungkat guna mengurai kepadatan kendaraan.
“Sangat diharapkan Pemerintah Provinsi Kalbar dapat berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat untuk merealisasikan pembangunan melalui APBN,” ujarnya.
Selain berdampak pada ekonomi, tingginya arus kendaraan berat di jalur tersebut juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas bagi pengguna jalan. Jika tidak segera ditangani, persoalan kemacetan ini berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan di wilayah Pontianak dan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....