Antisipasi Kekeringan, Kalbar Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- 01 Apr 2026 18:47 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak — Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Herti Herawati, menegaskan langkah antisipasi terus dilakukan guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman kekeringan dan potensi gagal panen.
Menurut Herti, kondisi iklim tahun ini menjadi perhatian serius, terutama terhadap musim tanam padi yang menjadi fokus utama dalam upaya swasembada pangan. Berdasarkan data dari BMKG serta arahan dari Kementerian Pertanian, musim kemarau diprediksi datang lebih awal dengan puncak terjadi pada Agustus.
Ia menyebutkan, Kalimantan Barat termasuk wilayah yang berpotensi mengalami kondisi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menuntut petani untuk menyesuaikan strategi tanam agar tetap produktif.
“Petani perlu lebih bijak dalam memilih benih, terutama varietas yang tahan terhadap kekeringan seperti kelompok Impago, Agritan, Fortis, dan Impari,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.
Selain itu, penyesuaian jadwal tanam menjadi langkah penting, dengan mempertimbangkan kebutuhan air pada fase pertumbuhan tanaman padi. Herti menjelaskan, pada fase awal pertumbuhan, tanaman membutuhkan cukup air, sementara menjelang panen kebutuhan air relatif berkurang.
Upaya lain yang dilakukan yakni menginventarisasi ketersediaan sarana pendukung seperti pompa air dan sumur bor, baik yang berasal dari bantuan pemerintah maupun milik petani secara mandiri. “Sarana ini dinilai krusial untuk mengatasi keterbatasan air di lapangan,” imbuhnya.
Herti menambahkan, pemerintah juga membuka peluang dukungan tambahan melalui skema bantuan dari pusat guna memperkuat langkah mitigasi yang telah disiapkan.
Dengan berbagai strategi tersebut, Kalbar diharapkan tetap mampu mendukung target swasembada beras nasional, bahkan berkontribusi pada rencana ekspor beras hingga 1 juta ton pada 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....