Kopi Liberika Bangkit di Senoyan, Sambas: Potensi Baru Komoditas Unggulan Kalbar
- 30 Mar 2026 14:35 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Sambas - Budidaya kopi liberika mulai menunjukkan perkembangan signifikan di Desa Senoyan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dengan luas lahan mencapai sekitar 100 hektar dan lebih dari 1.000 bibit yang telah ditanam sejak akhir 2024, komoditas ini digadang-gadang menjadi alternatif unggulan baru bagi sektor pertanian daerah.
Pengembangan kopi liberika di wilayah ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Program penanaman dimulai melalui Gerakan Tanam Kopi Liberika yang melibatkan pemerintah pusat dan lembaga keuangan. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam diversifikasi komoditas perkebunan di Kalimantan Barat, yang selama ini lebih dikenal dengan kelapa sawit dan karet.
“Budi daya Kopi Liberika ini, merupakan bantuan dari Kementrian Pertanian dan Bank Indonesia, yang dimulai akhir tahun 2024 melalui program Gerakan tanam kopi liberika,” kata Dedi A. Khansa, Pendiri sekaligus Pembina Kelompok Tani (Poktan) Batu Layar Sejahtera.
Kopi liberika dinilai memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan jenis kopi lain, seperti robusta maupun arabika. Tanaman ini lebih adaptif terhadap kondisi lahan gambut dan dataran rendah yang banyak terdapat di Sambas. Selain itu, liberika dikenal tahan terhadap serangan hama tertentu serta memiliki cita rasa khas yang unik, dengan aroma buah dan tingkat keasaman yang lebih rendah.

Potensi pasar kopi liberika juga semakin terbuka, seiring meningkatnya minat konsumen terhadap kopi spesialti. Hal ini memberikan peluang ekonomi baru bagi petani, terutama jika dikelola secara berkelanjutan dan didukung dengan sistem pemasaran yang baik.
Meski demikian, pengembangan kopi liberika di Senoyan masih menghadapi sejumlah tantangan. Faktor cuaca yang tidak menentu, keterbatasan akses pemasaran, serta minimnya pengetahuan teknis petani menjadi kendala utama. Selain itu, pengolahan pascapanen yang belum optimal juga memengaruhi kualitas hasil produksi.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah bersama komunitas petani terus melakukan pendampingan. Pelatihan teknis budidaya, pengolahan hasil, hingga strategi pemasaran mulai digencarkan. Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas kopi liberika asal Sambas agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan lembaga pendukung, kopi liberika dari Senoyan berpotensi menjadi ikon baru perkebunan Kalimantan Barat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....